INDOZONE.ID - Saat membuka kulkas, banyak orang lebih familiar dengan freezer dibanding chiller. Padahal, keduanya memiliki fungsi yang berbeda dan sama-sama penting dalam menjaga kualitas makanan.
Tidak sedikit pengguna yang masih menganggap chiller sebagai bagian pembeku karena letaknya yang berdekatan dengan freezer. Akibatnya, makanan sering disimpan di tempat yang kurang sesuai.
Memahami apa itu chiller bukan hanya membantu menjaga kesegaran bahan makanan lebih lama, tetapi juga membuat ruang penyimpanan di kulkas dimanfaatkan secara maksimal.
Dengan mengetahui fungsi masing-masing kompartemen, Anda bisa menentukan di mana daging, ikan, produk susu, hingga makanan olahan sebaiknya disimpan.
Apa Itu Chiller Kulkas?
Chiller adalah salah satu bagian pada kulkas yang dirancang untuk menjaga suhu tetap rendah, biasanya berada pada kisaran 0 hingga 4 derajat Celsius.
Suhu ini cukup dingin untuk mempertahankan kesegaran makanan, tetapi tidak sampai membekukannya. Pada banyak model kulkas, chiller berada di bagian atas ruang pendingin atau tepat di bawah freezer.
Baca juga: Changhong Luncurkan Kulkas Terbaru, Usung Konsep Hemat Energi dan Desain Modern
Beberapa tipe dilengkapi kompartemen atau pintu tersendiri sehingga suhu di dalamnya lebih stabil dibanding rak pendingin biasa.
Karena memiliki suhu yang lebih rendah dibanding area penyimpanan utama, chiller menjadi tempat ideal untuk menyimpan bahan makanan yang mudah rusak namun masih akan digunakan dalam waktu dekat.
Daging segar, ikan, dan produk susu merupakan contoh bahan yang paling sering disimpan di area ini.
Dengan kata lain, jika freezer bertugas membekukan makanan, maka chiller berfungsi menjaga makanan tetap segar tanpa mengubahnya menjadi es.
Mengapa Chiller Menjadi Bagian Penting dalam Kulkas?
Setiap kompartemen dalam kulkas dirancang untuk kebutuhan yang berbeda. Chiller hadir sebagai solusi untuk bahan makanan yang membutuhkan suhu rendah tetapi tidak memerlukan proses pembekuan.
Tanpa adanya chiller, banyak bahan makanan harus ditempatkan di ruang pendingin biasa yang suhunya relatif lebih hangat atau langsung dimasukkan ke freezer yang terlalu dingin. Kedua kondisi tersebut tidak selalu ideal.
Misalnya, daging yang akan dimasak esok hari tidak perlu dibekukan. Menyimpannya di chiller membuat daging tetap segar dan siap diolah kapan saja tanpa perlu menunggu proses pencairan.
Inilah alasan mengapa chiller menjadi salah satu fitur yang sangat membantu dalam aktivitas dapur sehari-hari.
Fungsi Chiller yang Perlu Diketahui
Menjaga Kelezatan dan Tekstur Makanan
Salah satu keunggulan utama chiller adalah kemampuannya menjaga kualitas makanan. Suhu yang stabil membantu mempertahankan rasa asli, aroma, dan tekstur bahan makanan.
Ketika makanan tidak mengalami proses pembekuan, struktur alaminya tetap terjaga. Karena itu, daging atau ikan yang disimpan di chiller umumnya lebih mudah diolah dibanding bahan yang baru dikeluarkan dari freezer.
Memperlambat Proses Pembusukan
Makanan segar secara alami akan mengalami penurunan kualitas seiring waktu. Namun, suhu rendah dapat memperlambat aktivitas bakteri yang menyebabkan pembusukan.
Dengan menyimpan bahan makanan di chiller, masa simpannya menjadi lebih panjang dibanding jika diletakkan pada suhu ruang. Hal ini membantu mengurangi risiko makanan cepat rusak sebelum sempat digunakan.
Baca juga: Mudik Lama, Kulkas Perlu Dicabut Nggak Sih? Ini Tips Amannya Sebelum Berangkat!
Menyimpan Produk yang Membutuhkan Suhu Rendah
Selain bahan makanan, beberapa produk tertentu memerlukan suhu dingin yang stabil agar kualitasnya tetap terjaga.
Chiller dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan yang sesuai untuk kebutuhan tersebut karena mampu mempertahankan suhu rendah secara konsisten.
Makanan Apa Saja yang Cocok Disimpan di Chiller?
Tidak semua bahan makanan harus masuk freezer. Banyak jenis makanan justru lebih cocok ditempatkan di chiller karena masih akan digunakan dalam waktu dekat.
Beberapa contoh yang umum disimpan di area chiller antara lain:
- Daging segar
- Ikan segar
- Produk susu
- Bahan makanan yang akan segera dimasak
- Makanan yang memerlukan suhu rendah tanpa pembekuan
Dengan penyimpanan yang tepat, makanan tetap segar dan siap digunakan tanpa perlu proses pencairan yang memakan waktu.
Apa Itu Freezer?
Jika chiller bertugas menjaga kesegaran makanan, freezer memiliki fungsi yang berbeda.
Freezer adalah bagian kulkas yang digunakan untuk membekukan makanan pada suhu di bawah 0 derajat Celsius, umumnya sekitar -18 derajat Celsius.
Pada suhu tersebut, pertumbuhan bakteri dapat ditekan secara drastis sehingga makanan dapat disimpan jauh lebih lama.
Karena itulah freezer sering digunakan untuk stok bahan makanan dalam jumlah besar atau makanan yang tidak akan langsung digunakan dalam waktu dekat.
Fungsi Utama Freezer
Mengawetkan Bahan Makanan
Daging, ayam, dan ikan dapat bertahan lebih lama ketika disimpan di freezer. Pembekuan membantu mempertahankan kualitas bahan makanan selama masa penyimpanan yang panjang.
Baca juga: 6 Penyebab Kulkas Tidak Dingin dan Cara Mengatasinya Sebelum Panggil Teknisi
Membekukan Buah
Buah yang dibekukan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari smoothie hingga aneka hidangan penutup.
Menyimpan Kaldu dan Makanan Olahan
Kaldu maupun makanan yang sudah dimasak dapat dibekukan untuk digunakan di kemudian hari. Cara ini membantu mengurangi pemborosan makanan sekaligus mempermudah persiapan memasak.
Membuat Es dan Dessert Beku
Freezer juga menjadi tempat untuk membuat es batu, es krim, gelato, sorbet, dan berbagai makanan penutup beku lainnya yang memerlukan suhu sangat rendah.
Perbedaan Chiller dan Freezer yang Sering Disalahpahami
Meskipun sama-sama dingin, chiller dan freezer memiliki tujuan penggunaan yang berbeda.
Perbedaan Suhu
Perbedaan paling jelas terletak pada suhu operasionalnya.
Chiller bekerja pada suhu sekitar 0 hingga 4 derajat Celsius. Sementara itu, freezer beroperasi pada suhu sekitar -18 derajat Celsius atau bahkan lebih rendah.
Selisih suhu yang cukup besar ini menghasilkan fungsi penyimpanan yang berbeda pula.
Perbedaan Fungsi
Chiller digunakan untuk menjaga makanan tetap segar dalam jangka waktu yang relatif singkat. Sebaliknya, freezer dirancang untuk mengawetkan makanan dalam jangka panjang melalui proses pembekuan.
Jika Anda berencana memasak bahan makanan dalam satu atau dua hari ke depan, chiller biasanya menjadi pilihan yang lebih tepat.
Namun jika bahan tersebut akan disimpan berminggu-minggu atau berbulan-bulan, freezer adalah tempat yang sesuai.
Perbedaan Kondisi Makanan
Baca juga: Dari Kulkas hingga AC, Begini Cara Teknologi AI Ubah Wajah Rumah Modern
Makanan yang disimpan di chiller tetap berada dalam kondisi segar tanpa membeku. Tekstur dan karakteristik alaminya cenderung tetap terjaga.
Sementara itu, makanan yang disimpan di freezer akan membeku. Walaupun masa simpannya lebih panjang, proses pembekuan dan pencairan dapat memengaruhi tekstur makanan ketika akan digunakan kembali.
Cara Menggunakan Chiller dan Freezer Secara Optimal
Memiliki kulkas dengan chiller dan freezer tidak otomatis membuat makanan lebih awet. Cara penggunaannya juga perlu diperhatikan agar hasilnya maksimal.
Simpan Daging Mentah di Tempat yang Tepat
Untuk penyimpanan jangka panjang, daging mentah sebaiknya ditempatkan di freezer. Namun jika akan segera diolah, chiller dapat menjadi pilihan yang lebih praktis.
Jangan Mengisi Kulkas Terlalu Penuh
Kulkas yang terlalu padat membuat sirkulasi udara dingin tidak berjalan dengan baik. Akibatnya, suhu di dalam kulkas menjadi kurang merata dan kinerja pendinginan tidak optimal.
Sesuaikan Suhu dengan Jenis Makanan
Setiap bahan makanan memiliki kebutuhan penyimpanan yang berbeda. Mengatur suhu sesuai fungsi chiller dan freezer membantu menjaga kualitas makanan lebih lama.
Pisahkan Buah dan Sayuran
Penyimpanan buah dan sayuran secara terpisah dapat membantu menjaga kesegaran keduanya. Beberapa buah menghasilkan gas etilen yang dapat mempercepat proses pematangan sayuran.
Dinginkan Makanan Sebelum Disimpan
Makanan yang masih panas sebaiknya didinginkan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke kulkas. Cara ini membantu menjaga kestabilan suhu di dalam kulkas.
Bersihkan Kulkas Secara Berkala
Pembersihan rutin membantu mencegah munculnya bau tidak sedap dan mengurangi risiko berkembangnya bakteri di dalam ruang penyimpanan.
Baca juga: Makanan Rusak karena Kulkas Sempit? Ini Solusinya
Pahami Fungsi Chiller agar Penyimpanan Lebih Efektif
Chiller mungkin tidak sepopuler freezer dalam pembahasan sehari-hari, tetapi perannya sangat penting dalam menjaga kualitas bahan makanan.
Dengan suhu sekitar 0 hingga 4 derajat Celsius, kompartemen ini dirancang untuk mempertahankan kesegaran makanan tanpa membekukannya.
Daging segar, ikan, dan produk susu merupakan beberapa contoh bahan yang paling cocok disimpan di area ini.
Sementara itu, freezer tetap menjadi pilihan terbaik untuk penyimpanan jangka panjang karena mampu membekukan makanan pada suhu sekitar -18 derajat Celsius.
Ketika memahami perbedaan keduanya, Anda tidak hanya dapat menjaga makanan tetap segar lebih lama, tetapi juga mengoptimalkan fungsi kulkas secara keseluruhan.
Pada akhirnya, penyimpanan yang tepat membantu mengurangi pemborosan makanan sekaligus memudahkan aktivitas memasak sehari-hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Polytron.co.id