Minggu, 14 JUNI 2026 • 18:36 WIB

Meutya Hafid: Anak Muda Harus Jadi Pelopor Literasi Digital dan Lawan Kejahatan Siber

Author

Menkomdigi, Meutya Hafid. (dok. Komdigi)

INDOZONE.ID - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) RI, Meutya Hafid, mengajak anak-anak muda untuk mengambil peran aktif dalam menciptakan ruang digital yang lebih sehat dan aman. 

Ia mendorong generasi muda Indonesia menjadi pelopor literasi digital sekaligus berada di garis depan dalam melawan berbagai bentuk kejahatan di dunia maya.

Ajakan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, konten yang bersifat provokatif, hingga ancaman serangan siber yang kian meresahkan masyarakat. 

Baca juga: Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Menkomdigi: Presiden Beri Ruang Perempuan Pimpin Program Strategis Nasional

Menurut Meutya, keterlibatan generasi muda sangat penting untuk membangun ekosistem digital yang lebih positif, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi semua pengguna internet.

Dalam acara Kumpul Komunitas Waspada Kejahatan Digital di Medan, Sumatra Utara, Sabtu (13/06/2026), Meutya menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendirian.

Ruang digital yang mayoritas bersifat pribadi membutuhkan peran aktif masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai agen perubahan.

“Adik-adik semua harus menjadi duta-duta internet yang lebih baik dan lebih sehat. Ini bukan pilihan, tapi tanggung jawab kita bersama,” tegas Meutya.

Meutya menekankan bahwa kemajuan teknologi digital membawa peluang besar, tetapi juga ancaman serius jika tidak dijaga.

Saat ini, ruang digital semakin dipenuhi hujatan, fitnah, kebencian, dan informasi palsu yang justru didorong oleh algoritma platform yang menyukai konten kontroversial.

“Internet itu pisau bermata dua. Sangat bermanfaat, tetapi sangat berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah atau digunakan tanpa etika,” ujarnya.

Menkomdigi juga mengingatkan bahaya ketergantungan berlebih pada media sosial yang membuat generasi muda semakin enggan berorganisasi dan berinteraksi langsung di dunia nyata.

Baca juga: Serangan Siber Tembus 5,5 Miliar Kasus, Pemerintah Perkuat Sistem Keamanan Digital Nasional

Padahal, organisasi dan komunitas nyata adalah wadah vital untuk membentuk daya kritis, kepedulian sosial, dan tanggung jawab kolektif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pers Rilis

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU