INDOZONE.ID - Bagi Anda yang besar di era awal tahun 2000-an, nama Friendster tentu sudah tidak asing lagi. Platform media sosial legendaris yang mendominasi dunia maya jauh sebelum era Facebook, Twitter, dan Instagram ini pernah menjadi primadona jutaan anak muda di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di masa jayanya, aktivitas seperti menghias profil menggunakan HTML, pamer fitur "Top Friends", hingga bertukar testimonial adalah rutinitas digital yang sangat membekas.
Sempat meredup, berubah menjadi situs game, hingga benar-benar menghilang, kini publik dikejutkan dengan kabar bahwa Friendster comeback! Platform ini bukan sekadar kembali dalam bentuk situs web kosong, melainkan hadir sebagai aplikasi mobile yang sudah bisa diunduh oleh pengguna perangkat iOS (iPhone).
Kabar kembalinya Friendster ini tentu memancing rasa penasaran, baik bagi pengguna lama yang ingin bernostalgia maupun generasi Gen Z yang ingin merasakan pengalaman bersosial media ala "zaman dulu". Lantas, apa yang berbeda dari versi Friendster modern ini?
Baca juga: Pernah Populer Pada Masanya, Ini Daftar Aplikasi Sosial Media yang Kini Sudah Tutup
Siapa di Balik Kembalinya Friendster?
Dilansir dari The Register, kembalinya Friendster diinisiasi oleh Mike Carson, seorang programmer sekaligus pengembang layanan Software as a Service (SaaS) asal Philadelphia, Amerika Serikat. Carson berhasil melacak dan mengakuisisi domain legendaris Friendster.com dari pemilik sebelumnya pada Oktober 2023, serta mengamankan hak merek dagangnya.
Menurut Carson, motivasi utamanya menghidupkan kembali Neo-Friendster bukanlah murni untuk mencari keuntungan masif. Ia justru merasa prihatin dengan kondisi media sosial modern yang saat ini dinilai terlalu penuh dengan konten negatif, manipulasi algoritma, dan eksploitasi data. Carson ingin mengembalikan esensi media sosial seperti di masa awal internet: sederhana, positif, dan benar-benar menghubungkan orang secara nyata.
Konsep dan Fitur Baru Friendster di iPhone
Berbeda dengan media sosial arus utama saat ini yang berlomba-lomba membuat pengguna kecanduan scrolling video vertikal, Friendster versi baru justru mengambil pendekatan yang berlawanan. Berikut adalah konsep dan fitur utama yang ditawarkan oleh Friendster yang baru comeback ini:
1. Interaksi yang 100% Nyata (Tanpa Suggested Strangers)
Friendster baru mengusung konsep pertemanan Friends Only yang sangat tertutup. Anda tidak akan menemukan fitur "Suggested Strangers" atau rekomendasi akun asing di beranda Anda.
Menariknya, Carson memperkenalkan cara unik untuk menambahkan teman. Pengguna tidak bisa sembarangan mencari nama orang secara online dan memintanya menjadi teman. Untuk saling terhubung, dua pengguna harus benar-benar bertemu di dunia nyata dan saling menyentuhkan ponsel (seperti teknologi NFC atau AirDrop). Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa koneksi yang terjalin adalah orang asli, bukan profil palsu.
2. Tanpa Iklan dan Manipulasi Algoritma
Ini mungkin fitur yang paling dirindukan oleh pengguna internet modern. Friendster versi terbaru beroperasi tanpa algoritma dan tanpa iklan. Anda tidak akan disuguhi iklan produk yang tiba-tiba muncul di tengah layar, dan tidak ada algoritma yang memprioritaskan konten viral atau sensasional demi engagement. Feed yang muncul murni berasal dari postingan kronologis teman-teman Anda.
3. Lingkungan Digital Bebas Spam dan Bot
Pernah merasa jengkel dengan akun bot yang menawarkan produk tidak jelas di kolom komentar atau mengirim Direct Message (DM) spam? Di Friendster terbaru, masalah tersebut dieliminasi. Karena cara bertemannya mengharuskan pertemuan fisik, otomatis ekosistem aplikasi ini menjadi sangat bersih, aman, dan bebas dari bot berbahaya.
4. Perlindungan Data (Privacy-First)
Di tengah kekhawatiran global terkait pencurian data oleh raksasa teknologi, Neo-Friendster menjanjikan pendekatan Privacy-First. Platform ini tidak akan mengumpulkan atau menjual data pribadi pengguna kepada pihak ketiga atau pengiklan.
Baca juga: Tips Aman Internet dan Media Sosial untuk Anak
Cara Download dan Login Friendster di iPhone
Saat ini, Neo-Friendster baru tersedia secara eksklusif untuk perangkat iOS. Versi web dan Android dikabarkan masih dalam tahap pengembangan. Bagi pengguna iPhone di Indonesia yang ingin mencoba, berikut adalah panduannya:
Langkah Download Friendster:
- Buka aplikasi App Store di iPhone Anda.
- Ketik "Friendster" di kolom pencarian.
- Setelah aplikasinya muncul, klik tombol "Get" atau "Download".
- Tunggu proses instalasi selesai, lalu buka aplikasinya. (Pastikan iOS Anda sudah di-update ke versi terbaru untuk menghindari bug).
Cara Login dan Membuat Akun:
Karena Friendster baru ini adalah platform yang dibangun ulang dari nol, maka seluruh data dari akun lama (sebelum platform ini mati) kemungkinan besar tidak bisa dipulihkan. Namun, Anda bisa membuat akun baru dengan cara berikut:
- Buka aplikasi, lalu pilih tombol "Sign Up".
- Masukkan alamat Email aktif Anda.
- Buat Username dan Password baru sesuai keinginan.
- Lengkapi profil dasar Anda.
- Anda juga bisa mencoba masuk dengan email lama jika Carson nantinya merilis fitur pemulihan (recovery) parsial, namun untuk saat ini, pendaftaran akun baru adalah cara tercepat untuk masuk.
Kembalinya Friendster menjadi angin segar bagi mereka yang merasa jenuh dengan hiruk-pikuk media sosial modern yang toxic. Meski tantangan terbesarnya adalah memaksa pengguna untuk "keluar rumah" demi menambah teman, ide ini sangat menarik untuk dicoba. Apakah Anda siap kembali membangun jaringan pertemanan yang autentik?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber