Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 04 APRIL 2026 • 11:00 WIB

Pernah Berjaya di Masanya, Kenapa 7 Media Sosial Zaman Dulu Ini Akhirnya Tumbang dan Terlupakan?

Pernah Berjaya di Masanya, Kenapa 7 Media Sosial Zaman Dulu Ini Akhirnya Tumbang dan Terlupakan?friendster (friendster.com)

INDOZONE.ID - Bagi generasi milenial, internet di awal tahun 2000-an bukanlah tentang algoritma yang rumit atau video vertikal berdurasi singkat.

Internet kala itu adalah tentang aroma khas ruangan ber-AC (atau kipas angin berisik) di warnet, suara bising modem dial-up, dan perjuangan menyisihkan uang saku demi satu jam akses ke dunia maya.

Di tengah keterbatasan teknologi itu, lahir berbagai media sosial zaman dulu yang membentuk identitas digital kita hari ini.

Mari kita putar balik waktu dan membuka kembali folder memori tentang aplikasi-aplikasi legendaris yang pernah menjadi penguasa di era emas warnet.

1. Friendster: Kanvas Kreativitas yang "Berat" tapi Dicinta

Diluncurkan pada tahun 2002, Friendster adalah pintu gerbang pertama bagi banyak orang untuk mengenal konsep jejaring sosial. Sebelum Facebook mendominasi, Friendster adalah raja, terutama di pasar Asia.

Apa yang membuat Friendster begitu ikonik? Jawabannya adalah kebebasan.

Kita bisa mengubah latar belakang profil menggunakan kode HTML, memasang glitter pada kursor, hingga fitur paling kontroversial: Lagu Autoplay.

Bayangkan, setiap kali seseorang mengunjungi profil Anda, lagu emo atau pop-punk favorit Anda akan langsung berputar dengan volume maksimal.

Baca juga: Cara Menonaktifkan Akun X Sementara Tanpa Kehilangan Data, Cocok untuk Istirahat dari Media Sosial

Namun, kebebasan inilah yang menjadi bumerang. Penggunaan elemen visual yang berlebihan membuat profil Friendster sangat lambat dimuat (loading).

Di era koneksi internet yang masih terbatas, performa yang buruk ini membuat pengguna mulai merasa frustrasi. Meskipun sempat mencoba bangkit sebagai platform game, Friendster akhirnya resmi menutup sejarahnya pada tahun 2018.

2. mIRC: Saat Identitas Anonim Menjadi Segalanya

Jauh sebelum ada Tinder atau grup WhatsApp, kita memiliki mIRC. Aplikasi chatting berbasis teks ini adalah tempat paling seru untuk berkenalan dengan orang asing dari berbagai penjuru dunia atau setidaknya dari kota yang sama.

Siapa yang bisa lupa dengan ritual "ASL PLS"? Kalimat singkat yang berarti Age, Sex, Location, Please adalah pembuka percakapan wajib di setiap channel. Di mIRC, kita bisa menjadi siapa saja.

Budaya chatting anonim ini menciptakan rasa penasaran yang tinggi, meskipun seringkali berakhir dengan kekecewaan saat menyadari teman chatting kita tidak sesuai dengan bayangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Glints.com, Indozone Tekingame

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pernah Berjaya di Masanya, Kenapa 7 Media Sosial Zaman Dulu Ini Akhirnya Tumbang dan Terlupakan?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!