Sabtu, 14 FEBRUARI 2026 • 10:35 WIB

Studio Hollywood Murka ke TikTok, Gara-gara Video Tom Cruise Vs Brad Pitt Buatan Tools AI

Author

Aktor Hollywood, Tom Cruise. (photo/REUTERS)

INDOZONE.ID - Studio-studio raksasa Hollywood angkat bicara. Mereka menuntut agar alat video AI "ultra-realistis" bernama Seedance 2.0 milik ByteDance (induk perusahaan TikTok) segera menghentikan aktivitasnya. 

Pasalnya, teknologi ini dinilai melanggar hak cipta dengan memproduksi klip berdasarkan film dan acara TV yang sudah ada.

Motion Picture Association (MPA), organisasi yang mewakili studio besar seperti Netflix, Disney, Universal, hingga Warner Bros, tak main-main. 

"Hanya dalam sehari, layanan AI China Seedance 2.0 telah menggunakan karya berhak cipta AS secara tidak sah dalam skala besar," kata Charles Rivkin, Ketua MPA, kepada BBC.

Baca juga: Gunung Semeru Alami Erupsi 5 Kali Luncurkan Awan Panas Guguran pada Hari Ini

Klip Tom Cruise Vs Brad Pitt hingga Otters Friends Viral

Seedance 2.0 mampu menghasilkan klip realistis hanya dari perintah teks singkat. 

Hasilnya pun langsung viral di media sosial: adegan perkelahian antara Tom Cruise dan Brad Pitt, Will Smith melawan monster spageti bermata merah, hingga karakter Friends yang diubah jadi berang-berang (otters).

Tak hanya itu, warganet juga membagikan cuplikan ala The Lord of the Rings, Seinfeld, Avengers, hingga Breaking Bad—semuanya dibuat dengan Seedance. 

ByteDance sendiri mempromosikan alat ini sebagai penghadir "pengalaman imersif yang ultra-realistis."

Baca juga: Terima 3.000 Tahanan ISIS dari Suriah, Irak Minta Bantuan Dana Internasional

Penulis Deadpool: 'Aku Ketakutan'

Kemampuan Seedance langsung membunyikan alarm di Hollywood. Rhett Reese, penulis film Deadpool, mengaku ketakutan. 

"Aku benci mengatakannya. Kemungkinan besar ini akhir bagi kita," cuitnya. 

Ia menyebut video Pitt Vs Cruise sangat profesional, dan itu justru alasannya khawatir. "Pandangan setengah kosongku, Hollywood akan direvolusi atau dihancurkan."

Namun tak semua pelaku industri panik. Heather Anne Campbell, penulis Saturday Night Live dan Rick & Morty, justru menilai hasil Seedance masih sebatas fan fiction. 

"Orang-orang diberi kendali total untuk menciptakan apa pun yang mereka bayangkan, dan mereka menghasilkan fanfiction. Sepertinya ide orisinal adalah bagian tersulit," sindirnya.

ByteDance: Fase Uji Coba, Hormati Hak Cipta

Menanggapi tekanan, ByteDance buka suara. Perusahaan menyatakan telah menonaktifkan sementara fitur unggah gambar orang sungguhan. 

Baca juga: Pengadilan Inggris Batalkan Status "Organisasi Teroris" untuk Kelompok Pro-Palestina

Mereka menegaskan menghormati kekayaan intelektual dan perlindungan hak cipta, serta menganggap serius setiap potensi pelanggaran. 

Konten yang menjadi sorotan disebut sebagai bagian dari fase pengujian pra-peluncuran terbatas.

MPA mendesak ByteDance segera menghentikan aktivitas yang melanggar hukum. 

"Dengan meluncurkan layanan tanpa perlindungan berarti terhadap pelanggaran, ByteDance mengabaikan hukum hak cipta yang melindungi karya kreator," tegas Rivkin. 

Pertarungan antara inovasi AI dan perlindungan hak cipta pun memasuki babak baru yang panas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BBC

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU