INDOZONE.ID - ByteDance, perusahaan induk TikTok, tengah mengembangkan chip kecerdasan buatan (AI) sendiri dan dalam tahap negosiasi dengan Samsung Electronics untuk memproduksinya.
Langkah ini merupakan upaya raksasa teknologi China tersebut mengamankan pasokan prosesor canggih di tengah persaingan global dan pembatasan ekspor AS.
Dua sumber yang mengetahui langsung masalah ini mengungkapkan bahwa ByteDance menargetkan menerima chip sampel pada akhir Maret 2026.
Baca juga: Samsung Kirim Chip HBM4 Terbaru untuk Kejar Ketertinggalan di Persaingan AI
Target Produksi Massal 2026
Perusahaan berencana memproduksi setidaknya 100 ribu unit chip yang dirancang untuk tugas inferensi AI pada tahun ini, dengan target jangka panjang meningkatkan produksi hingga 350 ribu unit.
Negosiasi dengan Samsung tidak hanya mencakup manufaktur chip, tetapi juga akses terhadap pasokan chip memori yang saat ini sangat langka akibat pembangunan infrastruktur AI global.
Hal ini membuat kesepakatan potensial tersebut menjadi sangat menarik.
Seorang juru bicara ByteDance membantah informasi tentang proyek chip internal ini dengan pernyataan singkat tanpa memberikan perincian, sementara Samsung menolak berkomentar.
Baca juga: Galaxy Unpacked Februari 2026: Ponsel AI Terbaru Segera Hadir!
Proyek Sandi SeedChip dan Ambisi AI
Proyek chip dengan nama sandi SeedChip ini merupakan bagian dari dorongan besar ByteDance untuk mengalokasikan sumber daya ke dalam pengembangan AI, mulai dari perangkat keras hingga model bahasa besar.
Perusahaan yang didirikan pada 2023 itu mengembangkan model AI dan mempromosikan aplikasinya.
Upaya pengembangan chip ByteDance sebenarnya telah dimulai setidaknya sejak 2022, ketika perusahaan mulai gencar merekrut staf khusus chip.
Pada Juni 2024, Reuters melaporkan ByteDance bekerja sama dengan perancang chip AS, Broadcom, untuk prosesor AI canggih dengan rencana produksi di TSMC Taiwan.
Baca juga: Advan Buka Store Baru di Tangcity, Bisa Coba Produk Langsung
Investasi Fantastis dan Tekanan Regulasi
ByteDance diperkirakan akan membelanjakan lebih dari 160 miliar yuan (sekitar 22 miliar dolar AS) untuk pengadaan terkait AI pada 2026.
Lebih dari setengah anggaran tersebut dialokasikan untuk pembelian chip Nvidia, termasuk model H200, serta memajukan pengembangan chip internal.
Bagi perusahaan teknologi China, urgensi pengembangan chip AI semakin meningkat akibat kontrol ekspor AS yang membatasi penjualan chip canggih ke China.
Sementara ByteDance belum meluncurkan chip sendiri, pesaingnya seperti Alibaba dan Baidu sudah lebih maju.
Alibaba baru saja meluncurkan chip Zhenwu untuk beban kerja AI skala besar, sementara Baidu menjual chip ke klien eksternal dan berencana segera mencatatkan unit chipnya, Kunlunxin.
Baca juga: Tampilan Baru Telegram Android & iOS 2026: Lebih Cepat dan Futuristik
Ketertinggalan dan Komitmen
Dalam pertemuan seluruh karyawan pada Januari lalu, eksekutif ByteDance Zhao Qi mengakui bahwa model AI perusahaan masih tertinggal dari pemimpin global seperti OpenAI.
Namun ia berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan AI sepanjang tahun ini. Zhao, yang mengawasi chatbot Doubao milik ByteDance dan versi luar negerinya Dola, menegaskan investasi AI perusahaan akan menguntungkan semua divisi.
ByteDance bertaruh besar bahwa teknologi AI akan mentransformasi portofolio bisnisnya yang mencakup video pendek, e-commerce, dan layanan cloud perusahaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters