INDOZONE.ID - Para ilmuwan dari China berhasil menciptakan chip AI analog China 1000 kali lebih cepat dari Nvidia, menandai langkah besar dalam evolusi teknologi komputasi modern.
Penemuan ini tidak hanya mengubah arah riset AI global, tetapi juga berpotensi merevolusi cara sistem komputasi bekerja di masa depan.
Chip AI Analog China Mampu Pecahkan Masalah Komputasi Kompleks
Dilansir dari South China Morning Post (SCMP), para peneliti dari Universitas Peking mengembangkan sebuah chip analog super cepat.
Baca juga: Akun Makin Aman, WhatsApp Siapkan Fitur Strict Account Settings
Chip ini memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah matematika kompleks untuk keperluan ilmiah dan kecerdasan buatan.
Lebih mengejutkan lagi, chip ini bekerja dengan konsumsi daya jauh lebih rendah dibandingkan sistem digital konvensional.
Chip tersebut dibangun menggunakan resistive random-access memory (RRAM), yaitu jenis memori yang menyimpan dan memproses data berdasarkan seberapa mudah arus listrik mengalir melalui selnya.
Pendekatan ini membuat chip dapat memproses informasi secara kontinu, bukan dalam bentuk biner seperti pada prosesor digital.
Teknologi Analog Menyelesaikan Masalah Komputasi Seratus Tahun
Masalah presisi dan skalabilitas telah lama menghambat kemajuan komputasi analog.
Namun, penelitian dari Universitas Peking ini berhasil menemukan solusi yang selama ini disebut sebagai “century-old problem”.
Baca juga: Apple Bakal Hadirkan Fitur Identitas Digital Paspor AS di Aplikasi Wallet
Sun Zhong, asisten profesor di universitas tersebut, menjelaskan bahwa timnya berhasil menggabungkan kecepatan dan presisi tinggi dalam satu sistem yang stabil.
“Bagaimana mencapai presisi dan skalabilitas tinggi dalam komputasi analog, sekaligus memanfaatkan keunggulan alaminya, telah menjadi masalah seratus tahun yang menghantui komunitas ilmiah global,” kata Sun Zhong seperti dikutip dari SCMP.
Metode baru ini dapat mencapai throughput 1000 kali lebih besar, dan efisiensi energi 100 kali lebih baik daripada prosesor digital modern, seperti GPU Nvidia H100, yang merupakan chip AI tercepat di dunia.
Chip Analog China Tampil Lebih Cepat dan Lebih Efisien dari GPU Nvidia
Menurut laporan Live Science, chip analog ini bekerja dengan prinsip yang berbeda dari GPU digital seperti Nvidia atau AMD.
Alih-alih mengandalkan 1 dan 0, chip ini memproses data menggunakan sinyal listrik kontinu di dalam jaringan RRAM.
Cara kerja tersebut memungkinkan perangkat menghitung langsung di dalam perangkat kerasnya tanpa harus memindahkan data ke memori eksternal, sehingga menghemat energi secara signifikan.
Baca juga: Viral Pria Jalan Kaki Keliling Indonesia Demi Google Street View, Gajinya Bikin Kaget!
Ketika diuji pada perhitungan komunikasi kompleks seperti matrix inversion problems yang digunakan dalam sistem massive multiple-input multiple-output (MIMO).
Chip tersebut mampu menyamai tingkat akurasi prosesor digital sambil menggunakan energi 100 kali lebih sedikit.
Setelah dilakukan penyesuaian tambahan, tim peneliti menemukan bahwa chip AI analog China mampu melampaui kinerja GPU papan atas seperti Nvidia H100 dan AMD Vega 20 hingga 1.000 kali lebih cepat.
Performa luar biasa ini menjadikannya salah satu inovasi paling revolusioner di bidang semikonduktor dalam dekade terakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Scmp, Livescience