Ilustrasi WhatsApp. (REUTERS/Dado Ruvic)
INDOZONE.ID - WhatsApp (WA) kembali berinovasi untuk meningkatkan keamanan penggunanya, sehingga kamu tak lagi khawatir dengan peretasan dan penipuan.
Aplikasi pesan milik Meta ini dikabarkan tengah mengembangkan fitur baru bernama Strict Account Settings. Fitur ini memungkinkan pengguna melindungi akun dari penipuan dan serangan siber hanya dengan satu ketukan.
Ilustrasi WhatsApp. (REUTERS/Dado Ruvic)
Dilansir dari Digital Trends, Jumat (7/11/2025), fitur ini akan menjadi solusi cepat bagi pengguna yang merasa rentan terhadap peretasan.
Dengan satu langkah, pengguna dapat mengaktifkan sejumlah pengaturan keamanan penting sekaligus tanpa perlu menelusuri banyak menu.
Baca juga: WhatsApp Resmi Hadir di Apple Watch, Bisa Chat dan Balas Pesan Langsung Tanpa Buka HP
Menurut WABetaInfo yang dikutip oleh Digital Trends, versi beta terbaru WhatsApp untuk Android menunjukkan adanya bukti fitur Strict Account Settings.
Fitur ini dirancang bagi pengguna yang ingin segera memperkuat perlindungan privasi mereka.
Saat diaktifkan, sistem ini akan memblokir media dari pengirim tak dikenal, menonaktifkan pratinjau tautan, membungkam panggilan dari nomor asing, dan membatasi undangan grup hanya untuk kontak.
Selain itu, fitur ini juga mengaktifkan verifikasi dua langkah, melindungi alamat IP pengguna saat melakukan panggilan, serta memberi peringatan jika kode keamanan kontak berubah di percakapan terenkripsi.
Semua fungsi tersebut dapat dijalankan secara bersamaan hanya dengan satu ketukan, membuat proses pengamanan akun menjadi lebih mudah dan cepat.
Fitur Strict Account Settings hadir sebagai bentuk perlindungan terintegrasi untuk pengguna yang sering menjadi sasaran spam, phishing, atau upaya peretasan.
Biasanya, pengguna perlu menyalakan setiap pengaturan keamanan satu per satu. Kini, semuanya bisa dilakukan sekaligus dengan cara yang lebih praktis.
Dilansir dari Digital Trends, langkah ini juga dapat mengurangi risiko kelalaian manusia, karena setiap lapisan perlindungan akan aktif secara otomatis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends