Pengembang Dark and Darker terkena masalah serius
INDOZONE.ID - Setelah pendirinya meninggalkan studio Nexon di Korea Selatan untuk mendirikan perusahaan sendiri, studio Ironmace yang terkenal dengan game Dark and Darker, kini menghadapi masalah hukum yang serius.
Pengadilan Korea Selatan baru-baru ini menemukan bahwa para pengembang Ironmace melanggar hukum terkait rahasia dagang.
Ditemukan bahwa studio tersebut menggunakan server eksternal untuk mengakses informasi dari Nexon, seperti yang dilaporkan Chosun Biz.
Baca Juga: Sony Dilaporkan Kembali Lakukan PHK, 250 Karyawan akan Terdampak
Selain itu, tuduhan lebih berat mengenai pelanggaran hak cipta mengklaim bahwa Ironmace telah menggunakan kode sumber dari proyek "P3" milik Nexon untuk pengembangan Dark and Darker.
Namun, hasil penyelidikan menunjukkan bahwa tidak ada kode P3 yang digunakan dalam pengembangan game tersebut, yang pada akhirnya membuktikan bahwa Dark and Darker adalah proyek yang sepenuhnya independen.
Sebagai akibat dari tuduhan tersebut, Ironmace dijatuhi denda sebesar 8,5 miliar won yang setara dengan Rp91,1 miliar.
Pengadilan memerintahkan agar 1 miliar won dibayar segera, sementara 7,5 miliar won sisanya akan dibayar dalam bentuk cicilan dengan persentase tertentu.
Baca Juga: Pengembang Game Arcade Initial D Terlibat dalam Pembuatan Sonic Racing CrossWorlds dari Sega
Ini merupakan kelanjutan dari pertikaian hukum yang panjang antara Ironmace dan Nexon, di mana Nexon sebelumnya mengajukan gugatan baik di Amerika Serikat maupun Korea Selatan.
Meski begitu, hanya beberapa tuntutan di Korea Selatan yang berhasil.
Gugatan ini menyebabkan game Dark and Darker ditarik sementara dari toko distribusi. Meskipun begitu, pengembang mendorong para pemain untuk mengunduh game tersebut melalui torrent resmi.
Game tersebut akhirnya kembali ke Steam pada bulan Juni 2024 sebagai judul Akses Awal, dan masih terus mendapatkan pembaruan serta pemeliharaan rutin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Biz.chosun.com