INDOZONE.ID - Masa depan TikTok di Amerika kembali memanas setelah pemerintahan Donald Trump memberi waktu tambahan kepada ByteDance, perusahaan asal Tiongkok yang menaungi TikTok.
Deadline terbaru kini diperpanjang hingga 4 Desember, memberikan waktu satu minggu lagi bagi ByteDance untuk menghindari larangan resmi terhadap aplikasi yang sangat populer ini.
Ini menjadi kali kedua pemerintah AS memberikan penundaan dalam beberapa minggu terakhir, menandakan bahwa negosiasi di balik layar mengenai kelanjutan TikTok masih berjalan intens.
Baca Juga: 12 Tips Simpel supaya Konten Kamu FYP dan Viral di TikTok, Kreator Baru Wajib Tahu!
Ilustrasi TikTok(Sumber:X/Business AM)
Di tengah ketidakpastian soal nasib TikTok, Walmart kembali muncul sebagai calon mitra strategis.
Setelah upaya akuisisi bersama Microsoft pada tahun 2020 gagal, kini Walmart menggandeng Oracle—perusahaan teknologi yang sebelumnya sudah ditunjuk sebagai “mitra teknologi terpercaya” TikTok di Amerika Serikat.
Bagi Walmart, TikTok bukan hanya platform hiburan.
Dengan jumlah pengguna aktif lebih dari 100 juta di AS, aplikasi ini dipandang sebagai peluang emas untuk memperluas pasar e-commerce mereka melalui pendekatan media sosial.
Dengan integrasi langsung ke TikTok, Walmart berencana menghadirkan pengalaman belanja interaktif, di mana kamu bisa membeli produk langsung dari konten para kreator.
Langkah ini dinilai sebagai strategi efektif untuk menyaingi dominasi Amazon di dunia belanja online.
Sementara itu, ByteDance berupaya meredam kekhawatiran pemerintah AS terkait keamanan data dengan mengusulkan pembentukan entitas bisnis baru.
Struktur ini akan memisahkan operasional TikTok di AS dari induknya di Tiongkok.
Dalam rencana tersebut, Oracle dan Walmart akan menjadi pemegang saham utama, dengan tujuan agar TikTok bisa tetap berjalan tanpa melanggar kepentingan nasional Amerika.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com