Logo Skype. (Unsplash/Eyestetix Studio)
INDOZONE.ID - Layanan pesan instan Skype akan ditutup oleh Microsoft secara permanen per 5 Mei, 2025.
Skype yang diluncurkan pertama kali sejak 23 tahun yang lalu, akan ditutup karena Microsoft memilih mengembangkan Teams jadi prioritas.
Skype memberikan kesempatan dengan jangka waktu 10 minggu untuk berpindah ke Teams, atau membiarkan akun Skype menghilang bersaamaan dengan tutupnya Skype.
Terdapat 36 juta pengguna aktif Skype sebelum pengumuman akan tutup, telah ditinggalkan oleh lebih dari 80% penggunan yang dulunya aktif hingga 300 juta orang.
Jeff Teper yang menjabat sebagai Presiden Microsoft 365, mengaku kondisi Skype sekarang sudah berbeda dibandingkan sebelumnya.
Namun dia mengatakan, pertimbangan fokus sepenuhnya ke Teams telah dipertambangkan selama 7 tahun sebelum tiba saat ini.
“Sekarang kami akan mencurahkan fokus utama di belakang Teams yang memungkinkan kami memberikan pesan yang lebih sederhana dan mendorong inovasi lebih cepat,” ujar Teper.
Skype awalnya diprioritaskan untuk pasar konsumen, namun karena melirik pasar bisnis maka Microsoft meluncurkan Skype For Business pada tahun 2015.
Akan tetapi, setahun kemudian di tahun 2016 Microsoft meluncurkan Teams yang awalnya digunakan untuk fokus pada pasar bisnis.
Baca Juga: Fitur Baru Skype Memungkinkan Pengguna di AS Panggil 911 Lewat Komputer
Kehadiran Microsoft Teams memulai arah baru Microsoft di ruang komunikasi cloud. Awalnya Teams dianggap mirip dengan Slack, namun cita-cita besar Microsoft membangun platform untuk menciptakan ekosistem kolaborasi dan komunikasi antar aplikasi di Microsoft, termasuk untuk obrolan video dan teks.
Sejak Teams diluncufkan oleh Microsoft untuk segmen konsumen di desktop dan web yang dapat diakses dengan mudah, perlahan-lahan Skype mulai menunjukkan tanda-tanda akan ditutup.
Teper mengaku selama dua tahun terakhir jumlah menit panggilan di Teams bertambah hingga empat kali lipat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: TechCrunch