INDOZONE.ID - TikTok kembali menjadi pembicaraan hangat, setelah Donald Trump mengkalim bahwa Microsoft sedang menjalin pembicaraan untuk membeli media sosial tersebut.
Dengan pengguna yang begitu banyak di Amerika Serikat, nasib TikTok masih menggantung di tengah isu keamanan data dan hubungan politik dengan Tiongkok.
Baca Juga: Microsoft Ajak Pengguna Segera Upgrade ke Windows 11, Tanda Akhir Windows 10?
Trump mengungkapkan, Microsoft sedang dalam tahap negosiasi untuk mengakuisisi TikTok. Langkah ini dianggap sebagai solusi untuk memastikan data pengguna Amerika tetap aman.
Baca Juga: Solusi Cerdas untuk Pengelolaan Pengguna di Microsoft 365: Mengenal Cloud Policy Service
TikTok, yang dimiliki oleh perusahaan Tiongkok, ByteDance, sering dituduh menjadi ancaman keamanan karena kemungkinan data penggunanya dapat diakses oleh pemerintah Tiongkok.
Sebagai salah satu aplikasi yang paling populer di dunia, TikTok memiliki lebih dari 170 juta pengguna aktif di Amerika Serikat.
Popularitasnya yang terus meningkat, menjadi alasan utama mengapa pemerintah AS ingin memastikan kontrol atas operasional aplikasi ini.
Baca Juga: Pengguna TikTok di AS Mengaku Aplikasi Terasa Berbeda Setelah Larangan Dicabut
Di bawah pemerintahan Trump, TikTok pernah menghadapi ancaman larangan penuh di Amerika Serikat.
Pada saat itu, Trump memberikan waktu 75 hari kepada ByteDance untuk menjual aset TikTok di AS kepada perusahaan lokal. Jika tidak, aplikasi ini akan dilarang beroperasi.
Baca Juga: MrBeast Mengajukan Diri Membeli Tiktok: Awalnya Bercanda ternyata Serius
Kebijakan ini muncul karena pemerintah khawatir data pengguna TikTok dapat dimanfaatkan pihak asing untuk tujuan yang berbahaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters, Gsmarena.com