OpenAI. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File photo)
INDOZONE.ID - OpenAI, bersama mitra non-profitnya Common Sense Media, telah meluncurkan kursus pelatihan gratis untuk guru.
Program ini dirancang untuk mempermudah pemahaman tentang kecerdasan buatan (AI) dan teknik prompt engineering. Informasi ini diumumkan oleh kedua organisasi tersebut pada Rabu (20/11/2024).
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya OpenAI untuk menunjukkan manfaat positif chatbot ChatGPT dalam dunia pendidikan.
ChatGPT, yang diluncurkan pada November 2022, memicu tren AI generatif dan dengan cepat menjadi salah satu aplikasi dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Baca Juga: Bukan Lagi Organisasi Nonprofit, OpenAI Raup Pendanaan Terbesar di AS dalam 17 Tahun Terakhir
Ilustrasi belajar di kelas menggunakan AI. (freepik.com)
AI generatif, yang dilatih menggunakan data dalam jumlah besar, mampu menghasilkan konten baru yang menyerupai karya manusia.
Teknologi ini membantu pengguna menyelesaikan berbagai tugas, seperti menulis makalah, mengerjakan pekerjaan rumah sains, hingga membuat novel secara utuh.
Namun, peluncuran ChatGPT di tengah tahun ajaran sempat membuat para guru terkejut karena aplikasi ini digunakan sebagai alat untuk menyontek dan plagiarisme. Hal ini memicu kritik dan larangan penggunaan di sekolah.
Baca Juga: Kacau! Akun X Pers OpenAI Diretas, lalu Dipakai Nipu
OpenAI, perusahaan pengembang ChatGPT.
OpenAI, yang didukung oleh Microsoft dan investor lainnya dengan valuasi mencapai $157 miliar (Rp2,4 kuadriliun) pada pendanaan terakhir, telah membentuk tim khusus untuk mendukung penggunaan AI yang bertanggung jawab dalam pendidikan. Tim ini dipimpin oleh mantan eksekutif Coursera, Leah Belsky.
“Tujuan saya dalam peran ini adalah memastikan setiap siswa dan guru dapat menggunakan AI, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan untuk menggunakannya secara bertanggung jawab dan efektif,” ujar Belsky kepada Reuters.
Ia juga menambahkan bahwa penggunaan ChatGPT di kalangan siswa sangat tinggi, dan mayoritas orang tua mendukungnya karena melihat keterampilan AI sebagai hal penting untuk karier masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Channelnewsasia.com