INDOZONE.ID - Sebuah situs belum lama ini memperjualbelikan data nasabah Bank Pembangunan Kalimantan Tengah (Bank Kalteng).
Data nasabah yang diduga bocor itu berasal dari kalangan mahasiswa, berisi nama, nomor telepon, NIK, nama Bank dan data jumlah tabungan milik mahasiswa.
Namun, Bank Kalteng membantah informasi kebocoran data itu. Akun Instagram @bankkalteng merilis siaran pers yang menyatakan bahwa data nasabah aman dari kebocoran.
Hasil verifikasi yang dilakukan Divisi Teknologi Informasi bank BUMD itu menghasilkan kesimpulan bahwa tidak terdapat indikasi kebocoran data nasabah.
Selain itu, struktur data pada darkweb bukan seperti struktur data pada core banking Bank Kalteng, sehingga dapat dipastikan bahwa data tersebut bukan diperoleh dari Bank Kalteng.
Tangkapan layar data nasabah Bank Kalteng yang diperjualbelikan di situs gelap.
"Data Bank Kalteng aman dari kebocoran data nasabah, tidak seperti yang diberitakan media online sebelumnya," bantah Plt Direktur Utama Bank Kalteng, Marzuki.
Baca Juga: Inovasi Terbaru dari GoPay Lewat 'GoPay Tabungan by Jago' yang Punya Layanan seperti Bank
Sebelumnya, Ketua Asosiasi Programer Indonesia Kalimantan Tengah, Ahmad Hadi Surya, kepada wartawan menjelaskan, saat pihaknya melakukan patroli cyber ditemukan kebocoran data milik nasabah Bank Kalteng yang sebagian besar mahasiswa yang diduga diperjualbelikan di forum salah satu web.
"Saat kami patroli cyber, sekitar 4.800 hingga 4.900 diduga diperjualbelikan di dark web. Data yang bocor dijual dimulai dari harga Rp10 juta hingga Rp100 juta. Meliputi nama, nomor telepon, NIK, nama Bank dan data jumlah tabungan milik mahasiswa yang rentan disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggungjawab," katanya belum lama ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram