Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 11 DESEMBER 2023 • 06:30 WIB

Para Pejabat Israel Kesal Pemerintah Gak Bisa Atasi Serangan Cyber Netizen Julid Fi Sabilillah Indonesia

Para Pejabat Israel Kesal Pemerintah Gak Bisa Atasi Serangan Cyber Netizen Julid Fi Sabilillah IndonesiaIlustrasi hacker atau serangan siber. (REUTERS/Kacper Pempel)

INDOZONE.ID - Juru Bicara Pemerintah Israel, Aylon Levy, dan sejumlah pejabat tinggi pemerintahan Israel mendapat serangan siber dari Pasukan Julid Fi Sabillillah yang mayoritasnya dilakukan netizen Indonesia.

Laporan Ynet News menyebut, serangan yang terus-menerus dan dalam jumlah yang masif membuat ponsel para pejabat Israel itu tidak bisa digunakan.

Tidak hanya itu, serangan di akun Instagram mereka membuat banyak dari mereka yang kehilangan akun sosial medianya.

Mereka pun menggambarkan kondisi ini sebagai sebuah mimpi buruk. Para pejabat Israel itu juga menyatakan kekecewaan mereka atas ketidakmampuan pemerintah Zionis untuk memberikan perlindungan secara efektif terhadap insiden-insiden tersebut.

Baca Juga: Serangan Pasukan Julid Fi Sabilillah Indonesia Bikin Pejabat Tinggi Israel Ketar-ketir

"Panggilan tersebut sebagian besar berasal dari awalan +62 yang merupakan awalan internasional Indonesia. Pola ini menunjukkan bahwa serangan-serangan tersebut bukan dilakukan oleh perorangan melainkan sebuah operasi yang terorganisir dengan baik," tulis laporan Ynet News.

Sementara itu, serangan tersebut berupa ribuan panggilan telepon, pesan WhatsApp, SMS, dan pesan di akun media sosial.

Para Pejabat Israel Kesal Pemerintah Gak Bisa Atasi Serangan Cyber Netizen Julid Fi Sabilillah IndonesiaSerangan netizen Indonesia di hp pejabat Israel.

Dalam laporan Ynet, disebutkan bahwa pesan-pesan ini seringkali mengandung makian, cercaan, dan narasi yang mengancam, seperti 'kami akan membunuhmu dan keluargamu', 'Alla-hu Akbar', 'bebaskan Palestina', dan bahkan ungkapan yang lebih kasar.

Selain itu, ada ribuan panggilan WhatsApp, panggilan suara dan video, serta penggunaan emoji kasar.

Baca Juga: Otoritas Antitrust Soroti Kerja Sama Microsoft dan OpenAI

Dalam perkembangan serangan ini, menurut Ynet, para peretas telah membagikan informasi dari warga Israel, termasuk tentara IDF dan para pejabat, dan membagikan informasi itu di berbagai forum online.

Setelahnya, ada pihak yang mengakomodir dan membuat kampanye bagi pengguna web dari negara-negara seperti Indonesia, Pakistan, Bangladesh, dan negara-negara pro-Palestina lainnya untuk mengeksploitasi informasi ini.

Saat ini, kampanye tersebut menjadi lebih bertarget, dengan para peretas secara khusus mengidentifikasi nomor telepon yang terkait dengan tokoh masyarakat tingkat tinggi seperti pembicara senior, pejabat pemerintah, menteri, dan anggota Knesset.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ynet News

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Para Pejabat Israel Kesal Pemerintah Gak Bisa Atasi Serangan Cyber Netizen Julid Fi Sabilillah Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!