Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 29 JANUARI 2026 • 11:00 WIB

Australia Blokir Akses Media Sosial Anak di Bawah Umur, Indonesia Bakal Ikuti Jejaknya?

Australia Blokir Akses Media Sosial Anak di Bawah Umur, Indonesia Bakal Ikuti Jejaknya?Ilustrasi Australia blokir akses media sosial untuk anak di bawah umur. (Sumber: Australian Human Rights Commission)

INDOZONE.ID - Australia telah memblokir akses media sosial untuk anak di bawah umur. Hal ini dilakukan demi melindungi anak dari scam di ruang digital. Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Pada 10 Desember 2025, pemerintah Australia resmi memberlakukan kebijakan pelarangan akses media sosial bagi remaja berusia di bawah 16 tahun. Bahkan sudah banyak akun anak di bawah umur yang dinonaktifkan secara otomatis.

Sudah lebih dari satu bulan diterapkan, kebijakan ini menunjukkan berbagai tantangan karena menimbulkan dampak sosial. Sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, peneliti, orang tua, remaja, praktisi kesehatan mental, hingga Australian Human Rights Commission, menilai pendekatan ini belum komprehensif dan berisiko buruk dalam melindungi anak dan remaja di ruang digital.

Dampak Sosial Anak Beralih ke Platform Lain

Walau penerapan dan penonaktifan sosial media telah dilakukan, ada berbagai temuan menunjukkan bahwa remaja yang terdampak itu dengan cepat bermigrasi ke platform alternatif yang tidak masuk ke dalam regulasi. Kebijakan ini juga dinilai sebagai boomerang bati pemerintah.

Alih-alih menurunkan risiko, malah risikonya mendorong remaja terjerumus ke ruang digital yang lebih rentan terhadap ujaran kebencian, konten eksplisit, dan ekosistem yang kurang terawasi. Selain itu, mekanisme verifikasi usia terbukti mudah disiasati. 

Baca juga: KPAI Dorong Pemerintah Blokir Roblox, Bikin Anak Tiru Konten Kekerasan

Trik Anak Manfaatkan Akun Orangtua

Anak-anak pun melakukan berbagai trik yang bisa membuat dirinya tetap berselancar di sosial media. Salah satunya dengan menggunakan ace ID dengan memanfaatkan akun orang tua, hingga manipulasi tampilan wajah untuk terlihat lebih tua dengan AI. 

Profesor Daniel Angus dari QUT Digital Media Research Centre menilai kebijakan tersebut memiliki keterbatasan mendasar karena tidak menyasar akar persoalan keamanan digital. 

Sementara itu, Profesor Tama Leaver dari Curtin University juga mengungkap bahwa remaja begitu pintarnya mencari trik untuk mengakali sistem verifikasi usia agar tampak beberapa tahun lebih tua.

Media Sosial Bukan Sekadar Sarana Hiburan

Australia Blokir Akses Media Sosial Anak di Bawah Umur, Indonesia Bakal Ikuti Jejaknya?Ilustrasi anak di bawah umur main sosial media. (Sumber: Freepik)

Bagi banyak remaja di Australia, terutama yang tinggal di wilayah regional dan berasal dari komunitas multikultural, media sosial bukan hanya sarana hiburan. Media sosial merupakan ruang komunikasi lintas negara, pembentukan identitas, serta sumber dukungan sosial. 

“Pelarangan ini memutus koneksi remaja dengan komunitas dan keluarga mereka di berbagai belahan dunia. Akses digital adalah bagian penting dari rasa memiliki dan keterhubungan sosial,” ujar Perwakikan Multicultural Youth Advocacy Network, Carmel Guerra.

Australian Human Rights Commission Angkat Bicara

Sementara itu, dikutip dari UN Committee on the Rights of the Child, Australian Human Rights Commission menegaskan bahwa moderasi konten seharusnya difokuskan pada pencegahan materi yang membahayakan anak dan remaja. Bukan membatasi hak mereka untuk mengakses informasi dan berpartisipasi di ruang digital.

Baca juga: Indonesia Jadi Negara Pertama yang Blokir Grok, Ini Alasan Komdigi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ohchr.org

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Australia Blokir Akses Media Sosial Anak di Bawah Umur, Indonesia Bakal Ikuti Jejaknya?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!