Ilustrasi anak-anak bermain ponsel (freepik)
INDOZONE.ID - Pemerintah Inggris resmi luncurkan konsultasi nasional untuk penggunaan media sosial dan ponsel kepada anak-anak.
Kebijakan ini hadir sebagai respon atas meningkatnya kekhawatiran screen time yang berlebihan bisa merusak kesehatan mental, pembelajaran, serta perkembangan sosial bagi kaum muda.
Selain itu, ini menjadi fase baru pendekatan pemerintah dalam mengatur lingkungan digital buat anak-anak, seiring banyaknya tekanan dari orang tua, sekolah, dan pembuat undang-undang untuk membatasi penggunaan medsos dan ponsel dalam sehari-hari.
Dalam sebuah diskusi publik, para orang tua, kaum muda, dan masyarakat dikumpulkan dalam proses konsultasi. Cara ini untuk memastikan bahwa anak bisa mengembangkan hubungan lebih sehat dengan teknologi.
Baca juga: OpenAI Berencana Pasang Konten Iklan, Pastikan Jawaban dan Data Pengguna Tetap Aman
Selain konsultasi, pemerintah Inggris juga mengumumkan langkah untuk membatasi penggunaan ponsel di sekolah. Badan pengawas sekolah wajib melakukan inspeksi, sehingga sekolah diharapkan bisa jadi tempat bebas ponsel secara otomatis.
Dasar perubahan kebijakan ini karena banyaknya penggunaan ponsel di dalam ruang kelas. Sebesar 58 persen siswa menengah masih menggunakannya tanpa izin dalam jam pembelajaran. Data ini meningkat menjadi 65 persen di kalangan siswa yang lebih tua.
Konsultasi ini membahas berbagai opsi peraturan, seperti menaikkan batasan usia persetujuan digital, meningkatkan sistem verifikasi usia, membatasi fitur-fitur desain yang berpotensi adiktif, hingga memberlakukan jam malam untuk mengurangi penggunaan.
Baca juga: Threads Ungguli X di Pengguna Mobile, Tapi Tertinggal Jauh di Versi Web
Untuk orang tua yang memiliki anak usia 5-16 tahun, pemerintah Inggris akan mengeluarkan panduan screen time berbasis bukti. Selanjutnya, panduan sekolah akan menegaskan bahwa para siswa tidak bisa mengakses ponsel selama jam pelajaran, waktu istirahat, dan di antara jam pelajaran.
Inisiatif ini menjadi cerminan atas tekanan politik untuk kebijakan yang lebih tegas dalam keselamatan anak-anak di dunia digital. Banyak anggota parlemen pun mendukung usulan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA