INDOZONE.ID - Lumpur setinggi betis masih mengurung kaki menara base transceiver station (BTS) di Meredeu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Jalur lintas Sumatra Pidie–Bireuen porak-poranda. Di sana, dua teknisi memanggul genset kecil, berjalan ratusan meter di tanah becek.
Asmir dan Rizky Jefina paham betul, genset yang mereka bawa bukan sekadar mesin. Itu adalah harapan. Harapan agar sinyal kembali menyala di tengah Bencana Sumatra yang memutus komunikasi warga.
“Baru hari ini bisa dinyalakan dengan power genset karena aliran listrik masih padam di sini,” ujar Asmir dikutip dari laman indonesia.go.id, Senin (22/12/2025).
Menara BTS itu hanya berjarak sekitar 200 meter dari jalan utama. Namun lumpur sisa banjir besar membuat akses nyaris mustahil.
Sejak hari pertama bencana di Aceh akhir November 2025, jaringan telekomunikasi terputus di banyak titik. Jembatan ambruk, kabel serat optik (FO) putus, gardu listrik mati.
Baca juga: Ayo Sama-Sama Bantu Saling Dukung Pulihkan Sumatra
Asmir dan Rizky bersama tim teknisi operator nasional bekerja tanpa jam pasti. Mereka keluar-masuk wilayah terdampak untuk memetakan kerusakan satu per satu.
“Kita bolak-balik, Pak, monitor daerah terdampak. Mana yang bisa diakses, mana yang nggak, perangkat rusak atau tidak, masalah PLN di mana. Dari hari pertama jembatan putus, kita cek FO yang putus dan lainnya,” jelas Asmir.
Baca juga: TNI AL Kirim Dua Ton Logistik ke Korban Banjir Takengon Aceh
Bagi para teknisi, memulihkan sinyal bukan hanya soal jaringan. Ini tentang kemanusiaan.
Tanpa komunikasi, bantuan sulit bergerak. Keluarga tak bisa saling memberi kabar. Laporan kondisi lapangan terhenti.
Di titik inilah perjuangan mereka jadi krusial, meski jarang terlihat publik.
Perjuangan itu disaksikan langsung Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria. Ia meninjau langsung pemulihan telekomunikasi dari Pidie hingga Bireuen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Indonesia.go.id