Ilustrasi toko gadget. (Dok Digiplus)
INDOZONE.ID - Sepanjang 2025, pasar smartphone Indonesia kembali menunjukkan dinamika yang menarik. Persaingan brand Android kian ketat, bukan hanya soal spesifikasi, tetapi juga bagaimana teknologi menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari masyarakat.
Dari kelas entry-level hingga flagship, sejumlah merek berhasil mencuri perhatian dan mempertahankan posisinya sebagai pilihan utama konsumen Tanah Air.
Sepanjang 2025, kategori handphone dan wearable devices tercatat sebagai penyumbang pertumbuhan terbesar di pasar teknologi ritel. Popularitas wearable menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan efisiensi aktivitas sehari-hari, terutama di kalangan Gen Z dan milenial urban.
Diakui Head of Marketing MAPTech for Digiplus Dwita Satyanti, ada perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengarah pada teknologi sebagai bagian dari gaya hidup. Karena itu, banyak ritel yang menjadi jembatan pencinta teknologi untuk mengeksplor lebih banyak pengalaman.
“Diversifikasi brand menjadi salah satu fokus utama kami di 2025, baik untuk produktivitas, hiburan, maupun lifestyle,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta.
Baca juga: Apple Rilis iOS 26.2 Terbaru, Android Sudah Punya Sejak Lama!
Nama-nama besar seperti Samsung, OPPO, Xiaomi, Huawei, Infinix, hingga Motorola masih mendominasi pasar Android Indonesia. Masing-masing hadir dengan strategi berbeda, namun memiliki benang merah yang sama: menghadirkan teknologi yang relevan dengan kebutuhan pengguna lokal.
Samsung, misalnya, tetap kuat di segmen menengah hingga premium dengan ekosistem perangkat yang saling terintegrasi. OPPO dan Xiaomi konsisten menggaet pengguna muda lewat kombinasi kamera, desain, dan harga yang kompetitif. Sementara Infinix dan Motorola semakin agresif di segmen value-for-money, menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga yang lebih terjangkau.
Baca juga: 7 Rekomendasi Tablet Android 5-7 Juta untuk Kerja di Akhir Tahun 2025
Memasuki 2026, kata Dwita, industri teknologi diproyeksikan bergerak ke arah yang lebih terintegrasi dan personal. Digiplus akan terus melanjutkan strategi pertumbuhan yang berfokus pada ekspansi strategis, inovasi konsep ritel, penguatan ekosistem brand dan menambah gerai di banyak kota.
“Kami ingin memastikan bahwa kami dapat menjadi one-stop solution bagi konsumen dalam memenuhi kebutuhan teknologi mereka,” tambahnya.
Ia juga optimis dapat terus tumbuh dan memberikan nilai tambah bagi konsumen Indonesia. Selain itu, beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat juga menjadi fokus di tahun 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara