Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 09 OKTOBER 2025 • 19:04 WIB

Soal Kasus Bjorka dan Hacker Palsu, Detektif Jubun: Ini Cermin, Bukan Sekadar Soal Siapa Pelakunya

 Soal Kasus Bjorka dan Hacker Palsu, Detektif Jubun: Ini Cermin, Bukan Sekadar Soal Siapa PelakunyaSosok detektif swasta Jubun (INDOZONE/M Fadli)

INDOZONE.ID - Kasus peretasan data oleh sosok yang dikenal dengan nama Bjorka kembali mencuat ke publik. Di saat kabar penangkapannya oleh kepolisian ramai dibicarakan, akun lain yang mengatasnamakan Bjorka justru muncul dan membocorkan data milik Polri, menandakan bahwa persoalan keamanan siber di Indonesia masih jauh dari kata selesai.

Detektif Jubun, seorang detektif swasta Indonesia yang berpengalaman menangani kasus kejahatan digital, memandang fenomena ini bukan hanya dari sisi hukum, tapi juga sebagai pelajaran penting bagi seluruh pihak.

“Saya memandang kasus Bjorka seperti cermin bagi kita semua. Ia bukan sekadar sosok anonim di balik layar, tapi simbol dari celah-celah yang selama ini mungkin kita abaikan,” kata Jubun saat berbincang dengan tim Indozone.

“Alih-alih hanya mencari siapa pelakunya, mungkin kita juga perlu bertanya: kenapa sistem kita begitu mudah ditembus, dan apa yang bisa kita perbaiki bersama.”

Baca juga: 7 Alasan Data Pribadi Jadi Incaran Hacker, Waspadalah!

Pengalaman Menangani Kasus Phising

Jubun mengaku pernah menangani kasus kejahatan digital yang cukup rumit, salah satunya terkait penipuan melalui metode phising. Modusnya adalah mengirim tautan (link) berbahaya ke ponsel target. Begitu tautan tersebut diklik, seluruh isi ponsel—termasuk aplikasi perbankan—dapat diakses oleh pelaku.

“Dalam menangani ini saya menggandeng ahli IT lokal hingga perusahaan IT di luar negeri. Jika diperlukan saya juga meminta bantuan hacker,” jelasnya.

“Yang perlu dilakukan adalah menelusuri aliran data ke mana arah pergerakannya, sampai akhirnya kita bisa menemukan keberadaan pelaku.”

Antara Hacker dan Pembuat Konten

Dalam pengalamannya, Jubun juga pernah bertemu seseorang yang mengaku sebagai hacker dan memiliki kemampuan tinggi, seperti mendapatkan foto pelaku penipuan, mengakses email kantornya, hingga mengklaim bisa membobol ponselnya. Alih-alih menolak, Jubun mencoba membuka peluang kerja sama.

“Saya penasaran dan ajak bertemu. Siapa tahu bisa saya rangkul jadi bagian dari tim dan memperkuat agency saya. Saya sangat terbuka dengan siapa saja yang mau bekerjasama,” ujarnya.

Namun, Jubun tak langsung percaya begitu saja. Ia memilih menguji kemampuan orang tersebut dan juga berkonsultasi dengan para ahli lain sebagai pembanding.

Baca juga: Cara Paling Mudah Amankan Akun WhatsApp dari Serangan Hacker

“Singkat cerita saya tahu bahwa dia berbohong. Dia bukan ahli IT. Dia hanya pembuat konten yang butuh follower,” tegasnya.

Keamanan Siber Adalah Tanggung Jawab Bersama

Kasus Bjorka, menurut Jubun, menunjukkan bahwa keamanan siber bukan hanya tugas aparat penegak hukum atau lembaga pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Soal Kasus Bjorka dan Hacker Palsu, Detektif Jubun: Ini Cermin, Bukan Sekadar Soal Siapa Pelakunya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!