INDOZONE.ID - Saat ini, makin banyak pihak yang berlomba-lomba mengincar data pribadi, mulai dari perusahaan teknologi hingga para pelaku kejahatan siber, yaitu hacker.
Untuk memahami lebih dalam alasan hacker mengincar data pribadi, berikut beberapa tujuan dari aksi peretasan yang merugikan ini.
Tujuan paling klasik dan paling umum dari pencurian data adalah untuk mendapatkan keuntungan finansial. Informasi seperti nomor kartu kredit, rekening bank, hingga data identitas, bisa langsung digunakan untuk mencuri uang atau belanja secara ilegal.
Data ini juga sangat bernilai di pasar gelap atau dark web, tempat banyak pelaku kejahatan mencari informasi untuk aksi penipuan berikutnya.
Maka tak heran jika pentingnya data pribadi bagi hacker menjadi sangat tinggi. Sebab, potensi keuntungan yang mereka dapat bisa luar biasa besar.
Baca juga: Waspada! Hacker Bisa Matikan Windows Defender Pakai Tool Baru Ini
Dengan akses ke data pribadi seseorang, hacker dapat menyamar dan melakukan berbagai tindakan seperti membuka rekening baru, mengajukan pinjaman, atau membuat laporan pajak palsu. Ini bisa merusak reputasi dan kondisi keuangan korban dalam jangka panjang.
Bahkan, korban bisa diseret ke masalah hukum karena perbuatan yang sebenarnya tidak dilakukannya. Tujuan peretasan data dalam hal ini adalah untuk mengambil alih identitas demi kepentingan kriminal.
Data login seperti username dan password sangat rentan jika bocor. Bagi hacker, informasi ini adalah jalan tol menuju akun penting korban baik email, media sosial, maupun akun belanja online.
Baca juga: Apple Kasih Rp15 Miliar Buat Hacker yang Berhasil Retas Server AI Miliknya, Ada yang Minat?
Setelah mengakses akun, mereka bisa mengganti sandi, mengakses informasi pembayaran, bahkan menipu kerabat korban. Ini adalah salah satu bentuk alasan hacker mengincar data pribadi yang paling sering terjadi dan merugikan secara langsung.
Dengan data pribadi yang mereka curi, hacker bisa menyusun pesan palsu (phishing) yang terlihat meyakinkan seolah datang dari bank, toko online, atau bahkan institusi resmi. Tujuannya jelas: membuat korban mengklik tautan berbahaya atau memberikan data tambahan.
Dalam kasus tertentu, mereka juga mengancam menyebarkan data pribadi korban jika tidak dibayar tebusan. Motivasi hacker mencuri data sering kali juga berkaitan dengan bentuk pemerasan digital seperti ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Timesofindia.indiatimes.com