Ilustrasi Artificial Intelligence. (FREEPIK/rawpixel)
INDOZONE.ID - Ngomongin tentang AI pasti teringat tentang bayangan film fiksi ilmiah. Dari AI yang terdengar manis kayak di film Her, sampai mesin super cerdas ala Terminator.
Tapi pertanyaan besar yang sering muncul yaitu bener nggak sih AI bisa lebih pintar dari manusia?
Baca juga: AI dalam Dunia Pendidikan: Guru atau Ancaman?
Faktanya, kebanyakan kecerdasan buatan yang ada sekarang masih tergolong AI sempit. Contohnya, Deep Blue pernah mengalahkan juara dunia catur, sementara AlphaFold membuat terobosan besar di biologi dengan memprediksi struktur protein.
Hebat, tapi keduanya tetap hanya unggul di bidang tertentu. Keduanya luar biasa, tapi cuma jago di satu bidang.
AI modern seperti ChatGPT atau model bahasa besar lainnya memang keliatan lebih “manusiawi” karena bisa ngobrol, bikin tulisan, bahkan jawab soal ujian.
Tapi tetap aja ada batasnya. Mereka gampang banget “halu”, nyasar, atau nggak nyambung kalau dikasih masalah yang butuh intuisi manusia.
Baca juga: Perbandingan AI Excel Gratis vs Berbayar, Apa Saja Kelebihan dan Kekurangannya?
Kelebihan AI jelas: cepat, efisien, dan bisa kerja tanpa capek. Banyak perusahaan udah mulai ngurangin beban kerja manusia dengan bantuan AI, dari bikin laporan, menganalisis data, sampai bikin ide konten.
Tapi AI itu punya kelemahan loh misalnya gak punya pemahaman konteks sosial, sulit menghadapi situasi ambigu, dan gak bisa bikin terobosan kreatif kayak manusia brilian pada masanya.
Hal yang sering dilupain yakni kecerdasan manusia itu bukan sekadar logika linear. Kita punya emosi, intuisi, kreativitas, bahkan kebodohan sesaat yang justru kadang melahirkan ide brilian.
AI, sekuat apa pun, masih “robot” yang bekerja berdasarkan data dan pola.
Baca juga: Penelitian Sebut Bermain Zelda Bisa Membuat Hidup Lebih Bahagia
Jadi ini bukan siapa yang lebih pintar, tapi siapa yang lebih cocok di bidang tertentu. Untuk urusan hitungan cepat atau analisis data, AI adalah juaranya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bloomberg