INDOZONE.ID - Alexsandro Alvino, remaja asal Pekanbaru berumur 16 tahun yang sebelumnya dikenal publik karena berhasil bobol sistem keamanan milik NASA, kembali menjadi perhatian.
Dalam unggahan Instagram Story miliknya bernama @777shizuka888, alex menyampaikan bahwa ia menemukan kerentanan kritis pada salah satu platform crypto.
Melalui unggahannya, ia menuliskan: “Yang punya koneksi ke Timothy atau Kalimasada atau staf Ternak Uang/Akademicrypto bisa DM ya. Nemu kerentanan kritis, kasihan sama yang sudah bayar mahal 🥲.”
Nama-nama seperti Timothy, Kalimasada, serta platform seperti Ternak Uang dan Akademicrypto dikenal sebagai influencer dan penyedia edukasi dalam dunia kripto di Indonesia.
Langkah Alex ini menunjukkan kepeduliannya terhadap keamanan data serta perlindungan konsumen, khususnya mereka yang telah menginvestasikan dana dalam jumlah besar untuk mengikuti program edukasi digital.
Baca juga: Viral iPhone 16 Pro Jatuh dari Pesawat, Masih Rekam Video dan Selamat!
Pada Juni 2025, Alexsandro menerima tiga penghargaan resmi berupa Letter of Appreciation dari NASA. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilannya menemukan tiga jenis kerentanan di sistem NASA, yaitu:
Alex menggunakan metode Google Dorking untuk menemukan data sensitif milik staf dan astronot NASA yang jika disalahgunakan dapat memicu manipulasi informasi dan penipuan publik.
Celah yang memungkinkan peretas mengambil alih akun media sosial atau domain yang sudah tidak aktif, memanfaatkannya seolah-olah resmi, bahkan berpotensi mendapatkan verifikasi (centang biru).
Kerentanan yang memungkinkan akses tidak sah ke panel admin untuk mengubah status jabatan internal, seperti menaikkan posisi karyawan menjadi manajer.
Baca juga: Berapa Sih Pengeluaran Rata-Rata Masyarakat Indonesia untuk Kuota Internet?
Ketertarikan Alex pada dunia keamanan siber dimulai saat ia masih duduk di kelas 9 SMP.
Awalnya, ia hanya penasaran melihat temannya menulis kode HTML dan JavaScript. Dari situ, ia mulai mempelajari berbagai teknik, meski awalnya hanya bermain dengan terminal di ponsel untuk mengirim spam SMS dan WhatsApp.
Seiring waktu, kemampuannya berkembang pesat. Selain NASA, Alex mengaku pernah menemukan kerentanan di berbagai institusi besar seperti WHO, United Nations, LGE Electronics, dan bahkan sistem internal militer Indonesia (TNI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung