Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 14 OKTOBER 2025 • 14:45 WIB

Ubisoft Batalkan Game Assassin’s Creed Bertema Perang Saudara Amerika, Politik Jadi Alasannya!

Ubisoft Batalkan Game Assassin’s Creed Bertema Perang Saudara Amerika, Politik Jadi Alasannya!Ubisoft Dikabarkan Batalkan Game Assassin’s Creed Bertema Pasca-Perang Saudara Amerika(Sumber:X/Eurogamer)

INDOZONE.ID - Ubisoft kembali menjadi sorotan setelah adanya laporan mengungkap, perusahaan tersebut membatalkan pengembangan salah satu proyek besar Assassin’s Creed yang berlatar era pasca-Perang Saudara Amerika.

Dilaporkan Game File, keputusan ini diambil tahun lalu karena kekhawatiran terkait isu politik dan respon publik terhadap representasi karakter beragam dalam seri Assassin’s Creed terbaru.

Baca juga: Ubisoft dan Tencent Resmikan Vantage Studios untuk Garap Assassin’s Creed, Far Cry, dan Rainbow Six

Rencana Awal: Kisah Mantan Budak di Era Rekonstruksi

Game yang dibatalkan tersebut kabarnya akan mengambil latar waktu pada masa Rekonstruksi (1860–1870-an), periode penting setelah perang saudara di Amerika Serikat.

Pemain dikisahkan berperan sebagai mantan budak kulit hitam yang berjuang menegakkan keadilan di wilayah selatan Amerika sambil menghadapi kemunculan awal kelompok Ku Klux Klan (KKK).

Proyek ini sempat menuai semangat tinggi di kalangan pengembang internal Ubisoft.

Beberapa sumber anonim yang terlibat dalam proyek tersebut menyebutkan bahwa mereka antusias terhadap konsep dan pesan kuat yang ingin diangkat.

Namun, semangat itu pupus ketika keputusan pembatalan datang dari kantor pusat Ubisoft di Paris pada Juli tahun lalu.

Alasan Pembatalan: Isu Politik dan Respons Publik terhadap Keragaman

Menurut laporan, pembatalan proyek ini tak hanya disebabkan oleh isu sensitif seputar sejarah Amerika, tetapi juga karena reaksi negatif terhadap karakter Yasuke, samurai kulit hitam yang menjadi salah satu protagonis dalam Assassin’s Creed Shadows.

Salah satu sumber internal menyebutkan bahwa keputusan tersebut diambil karena terlalu politis untuk kondisi negara yang tidak stabil.

Sementara sumber lain mengungkapkan kekecewaannya terhadap pimpinan Ubisoft yang dianggap semakin berhati-hati dan enggan mengambil risiko kreatif.

Tanggapan Ubisoft soal Isu Representasi dan Keragaman

Marc-Alexis Coté, bos waralaba Assassin’s Creed, sebelumnya telah menanggapi kontroversi seputar karakter Yasuke.

Dalam wawancaranya dengan Eurogamer, ia menekankan bahwa keberagaman adalah bagian alami dari sejarah manusia.

Baca juga: Star Wars Outlaws Gagal di Pasaran, Ubisoft Batalkan Rencana Sekuel

Ubisoft dan Arah Baru Franchise Assassin’s Creed

Menariknya, keputusan pembatalan ini datang di tengah langkah besar Ubisoft untuk menata ulang arah pengembangan franchise utamanya.

Minggu lalu, perusahaan mengumumkan pendirian Vantage Studios, anak perusahaan baru yang didukung oleh Tencent, dan akan memegang kendali terhadap judul-judul besar seperti Far Cry, Rainbow Six Siege, serta Assassin’s Creed.

Selain itu, awal minggu ini Ubisoft juga memperkenalkan DLC baru berjudul “Valley of Memory” untuk Assassin’s Creed Mirage, yang disebut-sebut mendapat dukungan dana dari pihak Saudi Arabia.

Pembatalan proyek Assassin’s Creed berlatar pasca-Perang Saudara Amerika ini menambah daftar panjang keputusan kontroversial Ubisoft dalam beberapa tahun terakhir.

Bagi banyak penggemar, kabar ini terasa mengecewakan mengingat potensi besar cerita sejarah yang bisa diangkat — terutama mengenai perjuangan keadilan dan kebebasan di masa sulit Amerika.

Namun, melihat tren terbaru Ubisoft yang cenderung berhati-hati dalam mengambil risiko politik dan sosial, tampaknya perusahaan lebih memilih untuk bermain aman ketimbang menimbulkan kontroversi.

Meski begitu, banyak yang berharap agar suatu hari nanti, kisah kuat semacam ini bisa benar-benar diwujudkan dalam semesta Assassin’s Creed.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurogamer.net

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ubisoft Batalkan Game Assassin’s Creed Bertema Perang Saudara Amerika, Politik Jadi Alasannya!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!