Black Ops 7 Bebas dari Cheater di Akhir Masa Beta(Sumber:X/Eurogamer)
INDOZONE.ID - Activision kembali menegaskan komitmennya untuk menciptakan pengalaman bermain yang adil bagi semua pemain Call of Duty.
Menjelang berakhirnya fase beta Call of Duty: Black Ops 7, Activision mengumumkan hasil menggembirakan, yakni 99 persen pertandingan terakhir bebas dari cheater.
Klaim ini disampaikan melalui tim keamanan internal, Team Ricochet yang bertanggung jawab atas sistem anti-cheat resmi game tersebut.
Beta online yang dimulai pekan lalu sempat dikeluhkan karena munculnya beberapa cheater di awal peluncuran.
Namun, hanya dalam hitungan hari, Activision melaporkan bahwa 97 persen akun cheater berhasil diblokir dalam waktu kurang dari 30 menit setelah bermain.
Baca juga: Call of Duty vs Battlefield 6 Memanas, Gimana Tanggapan Fans?
Melalui unggahan resmi di akun Call of Duty Updates, Team Ricochet mengungkapkan bahwa sistem mereka terus beradaptasi setiap hari selama masa beta berlangsung.
Pada hari pertama, 97,5 persen pertandingan tercatat bebas dari cheater. Menjelang hari kelima, angka itu meningkat menjadi 98,8 persen.
Capaian ini disebut sebagai hasil dari investasi dan pengembangan sistem keamanan selama bertahun-tahun, serta kerja sama lintas tim yang fokus pada keadilan bermain.
Dalam penjelasan sebelumnya, Activision juga menegaskan bahwa kehadiran cheater sudah diantisipasi sejak awal.
Namun, sistem Ricochet versi terbaru kini diperkuat dengan pengecekan TPM 2.0 dan sistem otomatis yang bisa memblokir ribuan percobaan kecurangan bahkan sebelum pemain masuk ke pertandingan.
Menariknya, sebagian besar video yang beredar di media sosial terkait aksi cheater di Black Ops 7 Beta disebut berasal dari akun yang sudah ditindak sebelum video tersebut viral.
Hal ini menunjukkan bahwa pemantauan dilakukan secara real-time, dan sistem Ricochet terus belajar dari setiap percobaan kecurangan baru.
Activision menegaskan bahwa peluncuran penuh Call of Duty: Black Ops 7 bulan depan akan menghadirkan lapisan perlindungan yang lebih kuat lagi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com