Selasa, 02 JUNI 2026 • 14:20 WIB

Science X AI Summit 2026 di Silicon Valley, Bahas Industri Kecerdasan Buatan dan Masa Depannya

Author

Science X AI Summit 2026.

INDOZONE.ID - Perkembangan kecerdasan buatan atau AI masih jadi sorotan berbagai perusahaan teknologi, peneliti, hingga investor yang terus mencari tahu ke mana arah perkembangan teknologi ini akan bergerak.

Hal itulah yang menjadi fokus utama dalam Science x AI Summit 2026 yang digelar di Silicon Valley, Amerika Serikat.

Acara yang diselenggarakan oleh SAIR Foundation pada 12 Mei 2026 ini mempertemukan sejumlah tokoh penting di industri AI.

Baca juga: Alibaba Cloud Luncurkan Model AI Baru dan Platform Agentic AI untuk Pasar Global

Mulai dari ilmuwan dunia hingga para petinggi perusahaan teknologi seperti Google, Microsoft, OpenAI, Anthropic, dan NVIDIA hadir untuk membahas berbagai peluang dan tantangan AI di masa depan.

Halim Mahesa Putra Turut Hadir di Forum AI Dunia

Salah satu sosok yang turut diundang dalam konferensi ini adalah Halim Mahesa Putra. Kehadirannya membuka kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan lembaga riset AI internasional, pelaku industri, hingga investor dari berbagai negara.

Partisipasi Halim juga menjadi gambaran bahwa pelaku industri AI dari Asia kini mulai semakin diperhitungkan dalam diskusi global terkait perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

Baca juga: Korea Utara Sekarang Punya Rudal AI, Jangkauannya hingga 100 Kilometer

Industri AI Mulai Tinggalkan Persaingan Ukuran Model

Selama beberapa tahun terakhir, perkembangan AI identik dengan persaingan membuat model yang lebih besar, menggunakan lebih banyak parameter, serta didukung daya komputasi yang semakin tinggi.

Namun, tren tersebut mulai mengalami perubahan. Biaya pengembangan model AI terus meningkat, sementara data berkualitas tinggi yang dibutuhkan untuk melatih model juga semakin terbatas.

Kondisi ini membuat banyak pihak mulai menyadari bahwa sekadar menambah ukuran model bukan lagi satu-satunya cara untuk mendorong kemajuan AI.

Baca juga: Kemendag Minta Take Down Ribuan Iklan Bermasalah di Marketplace hingga Maret 2026

Dalam salah satu sesi diskusi, Halim menilai bahwa daya saing AI ke depan akan lebih ditentukan oleh kemampuan menggabungkan berbagai aspek, mulai dari komputasi, algoritma, data, hingga penerapan teknologi di dunia nyata.

“Masa depan AI tidak lagi hanya ditentukan oleh ukuran model, tetapi oleh kemampuan mengintegrasikan komputasi, algoritma, data, dan penerapan industri secara menyeluruh. AI yang mampu menyelesaikan masalah nyata akan memiliki nilai terbesar bagi masyarakat dan industri,” ujar Halim.

AI Dituntut Bisa Berpikir, Bukan Sekadar Menjawab

Salah satu topik yang paling banyak dibahas dalam konferensi ini adalah perkembangan AI berbasis penalaran.

Jika selama ini AI dikenal karena kemampuannya menjawab pertanyaan, membuat tulisan, atau menghasilkan gambar, kini para peneliti mulai berfokus pada kemampuan AI untuk berpikir lebih logis dan menyelesaikan masalah yang lebih kompleks.

Terence Tao, misalnya, yang membahas bagaimana pembuktian matematika yang dapat diverifikasi mesin bisa membantu meningkatkan kemampuan penalaran AI.

Baca juga: EORMC Meluncurkan Sistem AI Baru, Membangun Infrastruktur Generasi Berikutnya untuk Keuangan Kripto

Sementara itu, Leonardo de Moura menyoroti pentingnya sistem AI yang dapat diuji dan diverifikasi untuk mengurangi risiko kesalahan informasi atau halusinasi.

Menurut Halim, kemampuan seperti analisis, penalaran, pengambilan keputusan, hingga menjalankan tugas kompleks secara berkelanjutan akan menjadi faktor penting dalam pengembangan AI generasi berikutnya.

Persaingan Mengarah ke Kualitas dan Manfaat Nyata

Selain mengikuti berbagai sesi diskusi, tim Halim Mahesa Putra juga melakukan pembicaraan dengan tim NVIDIA terkait kebutuhan komputasi AI, optimalisasi pelatihan model, serta penerapan AI dalam skala industri.

Baca juga: LEGO dan F1 Academy Perkuat Representasi Perempuan di Dunia Balap Lewat Kolaborasi Global

Dari berbagai pembahasan yang berlangsung selama Science x AI Summit 2026, terlihat bahwa industri AI global sedang memasuki fase baru.

Fokusnya kini tidak lagi hanya soal membangun model yang lebih besar, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut bisa bekerja lebih efektif dan memberikan manfaat yang nyata.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU