INDOZONE.ID - Bagi banyak bisnis, situs web adalah etalase vital. Kehilangan 140 juta kunjungan dalam setahun tentu jadi masalah besar.
Itulah yang dialami HubSpot, dan penyebabnya adalah AI. Perusahaan penyedia alat penjualan, pemasaran, dan layanan pelanggan ini terkena dampak perubahan cara kita mencari di internet.
Pengguna kini beralih dari mesin pencari tradisional ke alat AI.
"Saya ingat masa ketika saya mencari dan tidak ada informasi bagus," kata Kipp Bodnar, kepala pemasaran HubSpot. "Yang Anda punya sekarang adalah akses ke semua kecerdasan dunia secara instan."
Baca juga: Komdigi Ingatkan Bahaya AI Tanpa Regulasi, Ancaman Disinformasi hingga Kebocoran Data
Penurunan Trafik hingga 70 Persen Akibat AI Overview
Mesin pencari kini menyertakan tinjauan AI di bagian atas hasil pencarian. Pengguna sering mendapatkan jawaban tanpa harus mengklik situs web lain.
"Tingkat klik untuk pencarian yang memiliki tinjauan AI sekitar 60 hingga 70 persen lebih rendah," kata Bodnar.
Perusahaan kini mencoba mencari cara agar menonjol dalam jawaban yang diberikan AI. Answer Engine Optimisation (AEO) atau Generative Engine Optimisation (GEO) membantu situs web mendapat peringkat baik di alat AI, termasuk ChatGPT.
Banyak perusahaan menggunakan AEO di samping SEO. "Kami telah menggunakan AEO untuk meningkatkan tingkat konversi dan kualitas orang yang datang kepada kami," kata Bodnar.
Baca juga: Perusahaan Wajib Waspada! Ini Alasan SOC Berbasis AI Jadi Kunci Lawan Serangan Siber
"Saya tidak tahu bagaimana Anda bisa menjadi bisnis yang kompetitif di masa depan tanpa memiliki kompetensi kuat dalam hal ini."
Cara Kerja AEO: Dari 4 Kata Menjadi 60 Kata
AEO memerlukan pemahaman bagaimana perilaku pencarian berubah. "Mungkin Anda memasukkan empat hingga enam kata di Google tradisional," kata Bodnar. "Di mesin pencari AI, panjang rata-rata adalah 40 hingga 60 kata."
Ia memberi contoh perusahaan penyewa motorhome di Selandia Baru. Seseorang mungkin bertanya ke AI untuk rencana liburan lengkap untuk keluarga lima orang, termasuk kesempatan melihat hewan favorit.
Untuk dikutip dalam jawaban, perusahaan motorhome mungkin perlu menerbitkan artikel tentang hewan paling populer di Selandia Baru.
Baca juga: Menaker Tekankan Kemitraan Strategis Pekerja dan Perusahaan di Era Hadirnya AI
HubSpot telah merestrukturisasi kontennya. Perusahaan dulu memiliki artikel panjang tentang produk dan cara semua fitur bekerja bersama.
Kini struktur baru menggunakan potongan kecil konten yang mudah diekstrak AI.
AI kini mengirimkan antara 7 persen dan 12 persen pengunjung situs web HubSpot setiap bulan. "Untuk bertahan, Anda harus beradaptasi," kata Ann Lowe dari Spice Kitchen, perusahaan yang menjual paket hadiah rempah.
Strategi Konten: Panduan Pembelian dan Kluster Topik
Spice Kitchen membangun kluster konten tentang sejarah perdagangan rempah untuk mendukung produk terbarunya.
Baca juga: Ancaman Siber Terus Meningkat , Keamanan Endpoint Kini Beralih ke Teknologi AI!
"Ini bukan toko. Akan terlihat hampir seperti kursus pelatihan. Ini untuk orang yang melakukan riset, tapi mereka menemukan kami dalam perjalanannya," kata Lowe.
Nathan Pearson dari Lumos Digital merekomendasikan perusahaan menerbitkan panduan pembelian. "Jika Anda punya panduan sepatu lari terbaik untuk lari jarak jauh, pastikan semua produk termuat. AI menyukainya."
Andy Pickup dari MKM Building Supplies memulai strategi bertahan dengan membuat blog tentang produk terlaris untuk dirujuk alat AI.
"Kami perlu memastikan bahwa ketika orang mencari jawaban seputar proyek bangunan, model AI ini merujuk kami daripada pesaing kami," katanya.
Baca juga: Mau Lancar Bahasa Jepang? Coba 7 Aplikasi Interaktif Ini, Dijamin Cepat Hafal Hiragana!
Dalam setahun terakhir, trafik MKM dari AI meningkat dari hampir nol menjadi ke rentang 10 persen dan terus naik. Pengunjung AI jauh lebih mungkin membeli dibanding pengunjung mesin pencari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BBC