INDOZONE.ID - Teknologi kecerdasan buatan (AI) kembali menunjukkan keajaibannya.
Seorang wanita asal Inggris bernama Sarah Ezekiel, yang kehilangan suaranya sejak 25 tahun lalu akibat penyakit neuron motorik (MND), kini bisa kembali berbicara dengan suara aslinya berkat kombinasi teknologi modern dan rekaman lama yang hampir terlupakan.
Baca juga: Kisah Fantasi Penuh Misteri Dreams of Another Siap Meluncur, Catat Tanggalnya!
Perjuangan Sarah Melawan Penyakit Neuron Motorik
Sarah didiagnosis menderita motor neuron disease (MND) lebih dari dua dekade lalu.
Penyakit ini merusak saraf yang mengendalikan otot, sehingga menyebabkan kelemahan hingga kelumpuhan.
Lima tahun setelah divonis, Sarah mulai menggunakan teknologi tatapan mata untuk mengetik dan berbicara melalui suara sintetis.
Sistem ini mirip dengan yang digunakan oleh fisikawan terkenal Stephen Hawking.
Namun, Sarah mengaku tidak pernah benar-benar menyukai suara buatan tersebut, dan selalu berharap bisa berbicara kembali dengan suara aslinya, terutama ketika berkomunikasi dengan anak-anaknya yang kini sudah dewasa.
Rekaman Lama Jadi Kunci
Harapan itu kembali muncul ketika sebuah perusahaan teknologi asal Inggris bernama Smartbox menawarkan bantuan.
Mereka mengatakan bisa menghidupkan kembali suara Sarah asalkan ada rekaman audio lamanya.
Beruntung, keluarga Sarah menemukan kaset VHS lama yang berisi rekaman singkat suaranya.
Meski hanya berdurasi delapan detik dan tertutup oleh suara latar, potongan kecil itu menjadi modal utama untuk memulai proses rekonstruksi suara.
Peran AI dalam Menghidupkan Suara
Dengan bantuan teknologi Voice Isolator dari ElevenLabs dan pengembangan perangkat lunak dari Smartbox, rekaman singkat itu diproses hingga berhasil mengkloning suara asli Sarah.
Hasilnya kemudian diintegrasikan ke perangkat lunak bicaranya, memungkinkan Sarah berbicara kembali dengan intonasi yang mendekati suaranya dulu.
Ketika mendengar suara ibunya untuk pertama kalinya, putrinya, Ava, mengaku sangat terharu.
“Sungguh menakjubkan. Mendengarnya dalam kehidupan sehari-hari terasa luar biasa, seperti mendapatkan kembali sisi personal yang sempat hilang,” ucapnya dikutip BBC.
Lebih dari Sekadar Teknologi
Kisah Sarah bukan hanya tentang kecanggihan AI, tetapi juga tentang pemulihan identitas. Suara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan bagian dari diri seseorang.
Dengan bisa berbicara lagi menggunakan suara aslinya, Sarah merasa lebih dekat dengan keluarganya dan mendapatkan kembali sisi emosional yang hilang selama bertahun-tahun.
Kisah Sarah Ezekiel menjadi bukti bahwa AI tidak hanya berperan dalam dunia teknologi modern, tetapi juga mampu membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia.
Dengan memadukan teknologi lama dan inovasi terbaru, suara yang hilang selama puluhan tahun kini bisa hidup kembali.
Cerita ini memberikan harapan baru bagi banyak orang dengan kondisi serupa, sekaligus mengingatkan kita bahwa teknologi, jika digunakan dengan tepat, mampu mengembalikan sesuatu yang sangat berharga: identitas dan hubungan emosional dengan orang-orang yang kita cintai.
Baca juga: Kisah Sukses Phasmophobia: Hampir Gagal, Diselamatkan oleh Inspirasi dari The Witcher 3
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com