Kisah Sukses Phasmophobia(Sumber:X/Eurogamer)
INDOZONE.ID - Phasmophobia, game horor kooperatif yang kini sudah terjual lebih dari 25 juta kopi, nyaris tak pernah dirilis.
Daniel Knight, kreator tunggal di balik game ini, sempat hampir menyerah karena kehilangan arah dalam pengembangannya.
Namun secara tak terduga, sebuah quest kecil dalam The Witcher 3: Wild Hunt berhasil menghidupkan kembali semangatnya dan mengubah arah masa depan game ini.
Baca juga: Klaim Refund Rp37 Juta Berkat ChatGPT Bikin Geger, Hoax atau Kisah Nyata?
Awalnya, Knight hanya ingin menciptakan pengalaman seru berburu hantu bersama teman.
Ia membayangkan pemain menggunakan peralatan seperti EMF reader, spirit box, hingga termometer untuk mendeteksi aktivitas supranatural di berbagai rumah berhantu.
Tapi, setelah dua tahun pengembangan, game tersebut terasa hampa dan tidak menyenangkan.
Knight mencoba berbagai pendekatan, seperti membuat mekanisme pengusiran roh lewat ritual banishment, namun justru membuat permainan terasa repetitif dan kehilangan unsur menakutkan.
Proyek itu akhirnya mandek selama delapan bulan.
Solusi datang secara tidak sengaja saat Knight bermain The Witcher 3. Dalam quest "Devil by the Well", Geralt harus meneliti wujud hantu lewat bestiary sebelum mengusirnya. Ide ini menjadi pemicu utama.
“Bagaimana kalau yang dicari bukan nama hantu, tapi tipe hantunya?” pikir Knight.
Dari situlah lahir fondasi gameplay Phasmophobia seperti yang kamu kenal sekarang — pemain harus mengumpulkan bukti untuk mengidentifikasi jenis hantu yang menghantui lokasi.
Jurnal in-game pun berperan layaknya bestiary yang bisa kamu isi bersama teman.
Knight memulai proyek ini saat masih berusia 19 tahun. Ia berhenti dari pekerjaan di perusahaan VR dan mengandalkan tabungan serta tinggal bersama orang tuanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net