Jumat, 22 AGUSTUS 2025 • 14:35 WIB

NASA dan Google Uji Dokter Luar Angkasa Berbasis AI untuk Misi Masa Depan

Author

NASA dan Google Uji Dokter Luar Angkasa Berbasis AI (Sumber:digitaltrends.com)

INDOZONE.ID - Ketika misi luar angkasa semakin ambisius dan menjangkau jarak ratusan ribu hingga jutaan mil dari Bumi, tantangan terbesar yang harus dihadapi adalah kesehatan para astronaut.

Tidak seperti di Bumi, akses terhadap layanan medis di luar angkasa sangat terbatas.

Inilah yang mendorong NASA bekerja sama dengan Google dalam mengembangkan dokter virtual berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung keselamatan kru.

Baca juga: Usai Bobol Keamanan Sistem NASA, Alexsandro Alvino Temukan Kerentanan Kritis di Platform Akademi Crypto

Tantangan Medis di Luar Angkasa

Astronaut yang bertugas di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) saat ini sudah mendapatkan pelatihan medis dasar, seperti pemberian cairan infus, intubasi, perawatan luka, hingga penanganan darurat.

Namun, untuk misi jangka panjang seperti program Artemis ke Bulan atau ekspedisi ke Mars, kebutuhan medis tentu akan jauh lebih kompleks.

Keterbatasan komunikasi real-time dengan Bumi menjadi hambatan besar.

Jika terjadi situasi darurat, kru harus mampu mendiagnosis dan menangani masalah kesehatan tanpa harus menunggu instruksi dari tim medis di pusat kontrol.

Solusi: AI “Dokter Digital” CMO-DA

Untuk menjawab tantangan ini, NASA dan Google menguji sistem Clinical Decision Support System (CDSS) otomatis bernama Crew Medical Officer Digital Assistant (CMO-DA).

Menurut Google, teknologi ini dirancang untuk membantu astronaut mendiagnosis serta mengobati gejala secara mandiri ketika kontak dengan ahli medis di Bumi terbatas.

Berbasis Natural Language Processing (NLP) dan machine learning mutakhir, CMO-DA mampu memberikan analisis kesehatan secara real-time dengan akurasi tinggi.

Alat ini juga dilatih menggunakan literatur penerbangan antariksa sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan medis berbasis data serta analitik prediktif.

Baca juga: Fenomena Langka: Gugus Bintang Pohon Natal Berhasil Diabadikan NASA

Hasil Uji Coba dan Masa Depan

Hasil awal uji coba menunjukkan bahwa CMO-DA cukup menjanjikan dalam memberikan diagnosis yang dapat diandalkan berdasarkan laporan gejala.

NASA dan Google kini bekerja sama dengan tenaga medis untuk menyempurnakan sistem ini, dengan harapan bisa digunakan dalam misi luar angkasa jangka panjang.

Ke depan, teknologi ini diharapkan menjadi bagian penting dalam program Artemis NASA, yang memungkinkan astronaut tinggal lebih lama di Bulan, sebelum akhirnya menjalani misi ambisius ke Mars pada 2030-an.


Kolaborasi NASA dan Google menghadirkan terobosan penting bagi dunia kesehatan luar angkasa.

Dengan adanya dokter AI CMO-DA, para astronaut bisa lebih siap menghadapi tantangan medis di misi jangka panjang, sekaligus membuka jalan bagi eksplorasi manusia ke Mars dan planet lain di masa depan. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Digitaltrends.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU