INDOZONE.ID - Peluncuran GPT-5 dari OpenAI memang dinantikan banyak orang, tetapi realitanya tidak semua pengguna merasa puas.
Meskipun hadir dengan berbagai peningkatan, banyak yang menilai model terbaru ini terasa dingin, kaku, bahkan membosankan jika dibandingkan dengan pendahulunya, GPT-4o.
Baca juga: Uji Coba GPT-5: Benarkah Lebih Baik dari Generasi Sebelumnya?
Perubahan Kepribadian GPT-5
Awalnya, GPT-5 hadir dengan gaya komunikasi yang dianggap terlalu formal.
Berbeda jauh dari GPT-4o yang dikenal ramah, responsif, dan “menjilat”.
Perbedaan ini membuat sebagian pengguna merasa kehilangan “teman ngobrol” yang sebelumnya mereka miliki di GPT-4o.
Melihat banyaknya kritik, OpenAI kemudian melakukan penyesuaian.
Melalui pernyataan resmi, mereka menyebut telah membuat GPT-5 menjadi lebih hangat dan ramah.
Perubahannya memang halus, seperti penambahan sapaan sederhana “pertanyaan bagus” atau “awal yang baik” tanpa berlebihan.
Bahkan, kini GPT-5 kembali menggunakan emoji untuk menandai paragraf baru.
Namun, pertanyaannya: apakah perubahan kecil ini cukup?
Reaksi Campur Aduk dari Pengguna
Banyak pengguna masih merasa GPT-5 belum bisa menggantikan GPT-4o.
Sebagian besar menganggap perubahan yang dilakukan terlalu minimal, sementara kebutuhan mereka berbeda-beda.
Ada pengguna yang menggunakan GPT-4o sebagai teman curhat atau penghibur, sehingga merasa kehilangan kedekatan emosional.
Ada juga yang memakai GPT untuk kreativitas, seperti menulis cerita atau mengembangkan ide, dan merasa GPT-5 kurang sekreatif versi lama.
Di sisi lain, pengguna yang menginginkan jawaban singkat, faktual, dan bebas halusinasi juga belum puas dengan GPT-5.
Di platform seperti Reddit dan X (Twitter), banyak komentar bernada serupa: “Masalah utamanya bukan soal kepribadian, tapi soal model.
Yang dibutuhkan adalah pilihan, bukan penyesuaian kepribadian semata.”
Posisi Sulit OpenAI
Kondisi ini menempatkan OpenAI dalam posisi yang sulit.
Jika terlalu ramah, GPT-5 bisa dianggap berlebihan.
Jika terlalu formal, pengguna merasa dingin.
Inilah alasan mengapa banyak suara yang meminta GPT-4o tetap dipertahankan dalam jangka panjang, agar pengguna bisa memilih model sesuai kebutuhan.
CEO OpenAI, Sam Altman, bahkan sempat menegaskan bahwa beberapa model lama akan tetap tersedia untuk pengguna berbayar.
Meski begitu, arah pengembangan GPT-5 masih menjadi tanda tanya besar.
Apa Selanjutnya untuk GPT-5?
Apakah GPT-5 akan kembali mengalami penyesuaian kepribadian? Atau OpenAI memilih mempertahankan keragaman model agar semua pengguna bisa puas? Hingga saat ini belum ada jawaban pasti.
Namun, satu hal jelas: GPT-5 masih perlu perbaikan agar bisa benar-benar diterima luas oleh komunitasnya.
Bagaimana menurut kamu, lebih baik GPT-5 dibuat lebih ramah lagi atau sebaiknya OpenAI terus mempertahankan GPT-4o sebagai alternatif?
Baca juga: GPT-5 Hadirkan Perubahan Kepribadian ChatGPT, Pengguna Terbelah Antara Suka dan Kecewa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com