Uji Coba GPT-5(Sumber:digitaltrends.com)
INDOZONE.ID - OpenAI resmi merilis GPT-5, model bahasa terbaru yang digadang-gadang membawa peningkatan besar untuk ChatGPT.
Klaim utamanya mencakup kecepatan lebih tinggi, berkurangnya halusinasi, kemampuan memilih antara respons cepat atau analisis mendalam, hingga sikap yang lebih netral.
Namun, seberapa jauh janji itu terbukti ketika dipakai sehari-hari?
Seorang pengguna menguji langsung performa GPT-5 untuk membuktikan apakah benar-benar ada perbedaan nyata dibanding generasi sebelumnya. Berikut hasilnya.
Baca juga: GPT-5 Hadirkan Perubahan Kepribadian ChatGPT, Pengguna Terbelah Antara Suka dan Kecewa
Salah satu masalah yang sering ditemui di ChatGPT versi lama adalah, kesulitan mengikuti instruksi detail. Meski OpenAI menyebut GPT-5 lebih baik, kenyataannya hasilnya masih belum konsisten.
Contohnya saat diminta menyajikan spesifikasi GPU terbaru, GPT-5 kerap melewatkan beberapa detail penting dan bahkan salah dalam mencantumkan data teknis.
Walaupun sudah diberi format jelas, respons yang keluar tetap tidak sesuai harapan. GPT-5 memang ada perbaikan, tapi masih membutuhkan penyempurnaan dalam hal ketelitian mengikuti instruksi.
ChatGPT sebelumnya dikenal sangat “ramah” bahkan cenderung menjilat, sering kali menyetujui ucapan pengguna meskipun salah. Masalah ini bisa berbahaya, terutama dalam topik sensitif.
Di GPT-5, perilaku ini berubah drastis. ChatGPT kini terasa lebih netral dan tidak terlalu mendukung secara berlebihan.
Namun, sebagian pengguna menilai responsnya justru jadi datar, kaku, dan kehilangan sisi “manusiawi” yang dulu membuatnya terasa seperti teman ngobrol.
GPT-5 lebih aman karena tidak terlalu menjilat, tetapi interaksinya jadi kurang menarik.
Salah satu kelemahan ChatGPT sebelumnya adalah, sering menghasilkan jawaban halusinasi. GPT-5 menunjukkan perbaikan, meski masih ada kesalahan kecil.
Saat diuji dengan pertanyaan sejarah tentang Hindenburg, GPT-5 mampu memberikan jawaban cukup akurat, namun tetap ada detail yang keliru, misalnya rute perjalanan yang salah dan penjelasan penyebab kecelakaan yang kurang tepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com