INDOZONE.ID - Seorang perempuan harus bisa segalanya, bisa menghasilkan cuan, bisa belajar AI sampai bisa belajar bisnis UMKM di bidang kuliner. Seperti yang dilakukan ibu-ibu di berbagai kota, mereka arisan sambil belajar AI.
AI sangat berkaitan erat dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan Asisten AI, chatbot berbasis teknologi Large Language Model (LLM), di aplikasi sangat membantu para pelaku usaha kuliner menjalankan operasional bisnis.
Director of Digital & Sustainability Grab Indonesia Rivana Mezaya mengatakan, saat ini, 61% business owner di platform adalah perempuan dan sebagian besar merupakan pelaku UMKM. Mereka mau belajar bareng mengenal AI dan memanfaatkannya dengan baik.
“Kami ingin terus mendorong inklusi digital dan membuka akses peluang seluas-luasnya kepada perempuan pelaku UMKM melalui akselerasi dan digitalisasi bisnis,” ujarnya kepada wartawan.
Baca juga: Menelisik Sejarah Artificial Intelligence dari Awal Kemunculan Idenya Beberapa Dekade Lalu
Pengalaman Pakai Fitur AI
Komunitas SERABI (Sekumpulan Perempuan Bisa) yang diinisiasi Grab Indonesia merayakan Safari SERABI: Arisan Spesial Ulang Tahun ke-2. Arisan diadakan selama 6 hari di 13 kota, yaitu Pekanbaru, Medan, Lampung, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar, Manado, Samarinda, Balikpapan.
Pemilik usaha Ayam Geprek Labansari Jawa Timur Felicia Winata, salah satu pelaku UMKM perempuan Mitra GrabMerchant, menghadiri arisan ini. Felicia mencoba fitur Asisten AI di aplikasi dan lngsung merasakan manfaatnya dalam mendukung operasional online.
“Mulai dari pembuatan menu otomatis, pengaturan jam operasional, hingga pembaruan informasi restoran. Fitur Asisten AI ini memiliki keunggulan karena terintegrasi langsung dengan aplikasi, sehingga semuanya menjadi lebih praktis,” ungkapnya.
Baca juga: 3 Cara Artificial Intelligence Membuat Perusahaan Menjadi Versi Mereka yang Lebih Baik
Begitu juga dengan Pemilik Usaha Gado-Gado Seruni Yani Sardini, yang sudah memanfaatkan Asisten AI. Ia merasa terbantu dengan AI dan bisnisnya kian berkembang.
“Dari dulu saya jualan pakai cara tradisional, setelah bergabung di tahun 2020, akhirnya usaha saya mulai berkembang di ranah online. Apalagi pekerjaan saya jadi semakin mudah karena ada fitur Asisten AI yang bisa kasih solusi untuk mengembangkan menu hingga tips untuk meningkatkan penjualan,” ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung