Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 26 JUNI 2026 • 16:59 WIB

Gedung Putih Anggap Kecanggihan GPT 5.6 Milik OpenAI Bahayakan Keamanan Nasional

Gedung Putih Anggap Kecanggihan GPT 5.6 Milik OpenAI Bahayakan Keamanan NasionalLogo OpenAI. (REUTERS/Dado Ruvic)

INDOZONE.ID - Pemerintah Amerika Serikat waswas dengan model terbaru GPT 5.6 besutan OpenAI yang akan dirilis. Kemampuannya yang sangat canggih, menurut sumber CNN, membuat Gedung Putih meminta OpenAI membatasi penggunaannya hanya kepada sejumlah rekanan yang telah mereka setujui.

Kontrol semacam itu sebelumnya juga diberlakukan kepada Anthropic. Akibatnya perusahaan AI tersebut menarik model canggih terbarunya, Mythos dan Fable. 

Kemampuan tingkat lanjut dari akal imitasi dianggap Gedung Putih telah meningkatkan risiko keamanan nasional. Model terbaru GPT 5.6 milik OpenAI dianggap setara dengan Mythos.

Permintaan Pemerintah AS pertama kali diungkap The Information. Media tersebut mengutip memo yang dikirimkan oleh CEO OpenAI, Sam Altman.

Baca juga: Pre-Order GTA 6 Resmi Dibuka, Gamer Indonesia Bisa Hemat hingga Rp300 Ribu Dibanding Harga Global

Amerika Serikat sendiri belum punya regulasi federal untuk model AI terbaru. Itu sebabnya, persetujuan OpenAI untuk membatasi perilisan model terbaru dianggap aneh. 

Di kalangan perusahaan AI muncul kebingungan mengenai siapa atau lembaga mana yang berwenang dalam regulasi AI.

Presiden Donald Trump sendiri meneken perintah eksekutif yang meminta perusahaan AI secara sukarela menyerahkan model terbaru mereka ke pemerintah 30 hari sebelum diluncurkan. Namun, hal itu dianggap belum memadai sebagai payung regulasi. 

Pakar berpendapat, pemerintah memang seharusnya terlibat dalam diskusi tentang keamanan AI, terutama yang berdampak pada keamanan nasional.

Baca juga: Pre-Order GTA 6 Resmi Dibuka, Gamer Indonesia Bisa Hemat hingga Rp300 Ribu Dibanding Harga Global

Namun, ketiadaan regulasi yang jelas justru akan menghambat industri AI. Hal itu juga mengurangi nilai transparansi sebuah kebijakan. 

"Episode Fable menunjukkan perlunya regulasi yang jelas. Saat ini, pendekatan yang ada bersifat ad hoc, personal, buram, dan mungkin tidak berlandaskan hukum," kata Brad Carson, Kepala Public First.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: CNN

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Gedung Putih Anggap Kecanggihan GPT 5.6 Milik OpenAI Bahayakan Keamanan Nasional

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!