Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 08 NOVEMBER 2025 • 19:40 WIB

Belajar AI Praktis, Langkah Nyata Menuju Dunia Kerja Digital

Belajar AI Praktis, Langkah Nyata Menuju Dunia Kerja DigitalIlustrasi AI (Unsplash/NESA by Makers)

INDOZONE.ID - Berdasarkan data International Business Machines Corporation (IBM) tahun 2025, terdapat 83% perusahaan di Asia Tenggara masih belum memiliki strategi AI yang matang. 

Di Indonesia, hanya 15% perusahaan yang menganggap AI sebagai elemen kunci dalam mencapai tujuan strategis, sementara sisanya masih melihat AI sebatas alat pendukung, bukan pendorong utama transformasi digital.

Tantangan terbesar adalah keterbatasan SDM, dengan hanya 31% tenaga kerja punya keahlian AI. Perusahaan juga sulit meyakinkan pemangku kepentingan tentang manfaat AI.

Baca juga: Saat AI dan Manusia Berkolaborasi: Gagasan Baru dari AiDEA Weeks 2025

Sebanyak 48% responden juga menyatakan kekhawatiran terhadap keamanan siber, sementara biaya implementasi yang tinggi dan infrastruktur yang belum memadai menjadi hambatan tambahan. 

Regulasi dan isu privasi yang masih terus berkembang turut memperlambat laju adopsi teknologi ini.

Ada harapan, 97% perusahaan di Indonesia berencana adopsi AI. Tapi, banyak yang masih bingung cara implementasinya biar efektif dan berdampak nyata buat bisnis.

AICO AI Traning Dongkrak Kesadaran dan Kapasitas AI untuk Perusahaan Indonesia

Belajar AI Praktis, Langkah Nyata Menuju Dunia Kerja DigitalAICO AI Traning Dongkrak Kesadaran dan Kapasitas AI untuk Perusahaan Indonesia.

Melihat tantangan ini, AICO, komunitas AI terbesar di Indonesia, hadir untuk membantu perusahaan bangun kesadaran dan kapasitas AI yang berkelanjutan, menjawab tantangan yang ada.

Melalui program AICO AI Training, AICO berkomitmen untuk membekali tim dengan kemampuan praktis AI agar mampu bekerja lebih efisien, kreatif, dan produktif di era digital.

Program ini sudah diikuti lebih dari 200.000 peserta dan berbagai tim di Indonesia, serta jadi mitra pembelajaran AI bagi beberapa perusahaan, universitas, dan institusi publik. 

Didirikan oleh Tommy Teja dan Reynaldi François, dua content creator teknologi dengan total lebih dari 3,3 juta pengikut di media sosial, AICO dikenal karena pendekatan pembelajarannya yang praktikal, code-first, dan tool-first. Peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga menghasilkan output nyata yang relevan dengan pekerjaan mereka.

"Indonesia dengan banyaknya talenta produktif di berbagai perusahaan sebenarnya punya potensi besar untuk menciptakan breakthrough. Memang masih ada banyak tantangan yang perlu diatasi, tapi melalui AICO, kami ingin berkontribusi lewat program pelatihan AI. Harapannya, kami bisa membantu pemerataan keterampilan dan pengetahuan tentang AI serta berbagai AI tools, mengingat teknologi ini akan mengubah cara kita semua bekerja," ujar Tommy Teja, Founder AICO, pada 7 November 2025.

Tiga Pilihan Pelatihan AI, Bantu Penuhi Kebutuhan Tim di Perusahaanmu

Melalui tiga pilihan pelatihan ini, AICO membantu perusahaan menyesuaikan penerapan AI sesuai kebutuhan setiap divisi, mulai dari meningkatkan produktivitas, memperkuat kreativitas, hingga membangun solusi teknis berbasis kecerdasan buatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Belajar AI Praktis, Langkah Nyata Menuju Dunia Kerja Digital

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!