Ilustrasi toko hp. (Indozone/Dewi)
INDOZONE.ID - Di tengah situasi ekonomi yang sering membuat orang berpikir dua kali sebelum belanja besar, tren pembelian gadget justru menunjukkan arah sebaliknya. Permintaan terus tumbuh, terutama di gerai dan platform Digiplus, yang kini dikenal sebagai salah satu destinasi favorit pencinta teknologi di Indonesia.
Kalau dulu smartphone dianggap barang luxury, sekarang sudah jadi kebutuhan premier. “Kayaknya semua orang nggak mungkin nggak punya gadget,” ujar Head of Marketing MAPTECH for Digiplus Dwita Satyanti di sela Grand Opening Digiplus Mall Kelapa Gading Jakarta.
Menurut Dwita, sejak pandemi, fungsi gadget meluas, yang berfungsi sebagai alat komunikasi hingga penunjang kerja dan belajar anak-anak.
Menariknya, Digiplus menyediakan rentang harga yang sangat beragam, dari mulai Rp1 jutaan hingga flagship premium. Jadi, siapa pun bisa menemukan gadget yang sesuai kebutuhan dan kemampuan.
Baca juga: Penjualan Monster Hunter: Wilds Anjlok, Kalah dari Game Lama Capcom!
Ternyata di situasi ekonomi sekarang, penjualan gadget semakin meningkat. Pertumbuhannya pun positif sehingga tak membuat orang merasa kesulitan.
“Surprisingly sih, potensinya terus tumbuh ya,” kata Head of Operations West Digiplus Soni Chandra Thawab, dalam kesempatan sama.
Salah satu kunci pertumbuhan ini adalah kemudahan pembayaran. Jika dulu transaksi gadget hanya bisa lewat tunai, debit, atau kartu kredit, kini masyarakat dimanjakan dengan fitur “Buy Now Pay Later” (BNPL) yang didukung banyak partner finansial.
Dari kemudahan ini, penjualan meningkat signifikan, dan semakin banyak konsumen yang bisa meng-upgrade gadget tanpa harus menunggu lama.
Kalau bicara selera, masyarakat Indonesia ternyata punya dua kubu besar: yang mengutamakan fungsi dan yang mengejar desain estetik.
“Sekarang semua brand juga berlomba menghadirkan produk yang beda, ada yang lipat, ada yang ultra tipis, bahkan warna-warna baru,” jelas Soni.
Menariknya, banyak orang kini punya dua gadget, satu untuk urusan pribadi, satu untuk pekerjaan. Gadget kerja biasanya fokus pada fungsi, seperti kemampuan multitasking, desain grafis, atau email. Sedangkan gadget pribadi lebih condong ke kamera, gaming, dan media sosial.
Baca juga: Gak Perlu ke Klinik, Kini Konsultasi Dokter Langsung Bisa di Samsung Health
Tahun ini, ada beberapa brand menunjukkan performa luar biasa. Apa saja?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan