OpenAI Siap Guncang Industri Musik(Sumber:digitaltrends.com)
INDOZONE.ID - Langkah besar kembali diambil oleh OpenAI.
Setelah sukses mengguncang dunia lewat ChatGPT dan Sora, perusahaan ini kini bersiap memasuki industri musik dengan proyek terbaru yang memungkinkan AI menciptakan lagu dari teks maupun audio.
Menurut laporan eksklusif dari The Information, proyek ini menjadi langkah strategis OpenAI untuk memperluas dominasi di ranah kreativitas digital.
Baca juga: Resmi Meluncur! ChatGPT Atlas: Browser AI OpenAI yang Siap Menggoyang Tahta Google Chrome
Tak seperti proyek AI musik lain yang hanya berfokus pada keluaran generatif, OpenAI dikabarkan tengah melatih model barunya menggunakan data musik beranotasi dari mahasiswa Juilliard, salah satu institusi seni paling bergengsi di dunia.
Strategi ini menunjukkan bahwa perusahaan berambisi menciptakan musik AI dengan presisi dan cita rasa artistik tinggi.
Model ini disebut mampu menciptakan musik dengan dua pendekatan berbeda — lewat perintah teks seperti ChatGPT, atau dengan input audio layaknya alat komposisi digital.
Nantinya, fitur ini berpotensi diintegrasikan langsung ke dalam ChatGPT atau Sora, sehingga pengguna bisa menghasilkan jingle, musik latar video, hingga lagu utuh hanya dengan mengetikkan perintah sederhana.
Sebelumnya, OpenAI memang sempat bereksperimen dengan dua proyek musik AI, yaitu MuseNet (2019) dan Jukebox (2020), yang kini diakui sebagai cikal bakal model multimodal modern milik perusahaan.
Masuknya OpenAI ke dunia musik bukan sekadar ekspansi produk, tetapi awal dari babak baru antara seniman dan kecerdasan buatan.
Startup seperti Suno dan Udio kini sedang menghadapi gugatan hukum dari label rekaman besar karena dianggap melatih AI menggunakan lagu berhak cipta tanpa izin.
Dengan nama sebesar OpenAI ikut bermain, pertarungan hukum dan etika di industri musik akan semakin panas. Dari sisi bisnis, langkah ini juga merupakan bagian dari strategi ekosistem layanan OpenAI.
Dengan lebih dari 800 juta pengguna ChatGPT, integrasi fitur musik bisa menambah daya tarik sekaligus peluang monetisasi baru.
Namun, tantangan etika tetap mengintai. Setelah muncul kontroversi deepfake video lewat Sora, kini muncul kekhawatiran serupa: bagaimana AI bisa menciptakan musik tanpa melanggar lisensi, hak cipta, dan pendapatan kreator asli?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com