INDOZONE.ID - Startup lokal berbasis AI semakin terlihat di mata dunia. Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan visi Elevate Possibilities with AI technology dan semakin kuatnya ekosistem teknologi AI global.
AJARI.AI salah satu startup lokal yang berhasil terpilih sebagai salah satu dari 10 pemenang startup global yang lolos dalam program perdana Presight AI-Startup Accelerator. Program ini didukung oleh Microsoft dan Mohamed bin Zayed University of Artificial Intelligence (MBZUAI).
Startup ini menonjol berkat inovasinya dalam pemanfaatan AI di bidang pendidikan. Mulai dari pengembangan platform pembelajaran adaptif berbasis AI LearnXpert hingga peluncuran N.I.S.A.(Neural Interactive Systematic Assistant), Assistant Pintar yang sudah berbasis Agentic.
LearnXpert, kini telah digunakan di berbagai institusi pendidikan di Asia Tenggara. Dengan fitur seperti jalur pembelajaran adaptif, analitik berbasis AI, pemantauan real-time.
Saat mengikuti Bootcamp mendapatkan akses ke infrastruktur AI canggih, pendampingan dari mentor kelas dunia, sertaberbagai sumber daya strategis untuk memperluas jangkauan solusi mereka secara global.
“Kami sangat bangga bisa mewakili Indonesia di ajang global. Pengakuan ini bukan hanya pencapaian bagi kami, tetapi juga kemenangan bagi ekosistem teknologi Indonesia yang terus berkembang,” kata Founder & CEO AJARI Rafael di Jakarta.
Staf Ahli Kementerian Keuangan Republik Indonesia Iwan Djuniardi ikut menanggapi kesuksesan startup lokal AI di kancah dunia. Menurutnya, kisah sukses ini membuktikan bahwa AI dapat menjadi alat transformasi dalam pendidikan dan pengembangan tenaga kerja.
“Solusi mereka sejalan dengan agenda transformasi digital Indonesia, khususnya dalam menyediakan pembelajaran yang lebih personal dan berskala luas,” kata Iwan.
Baca juga: Oppo Reno 14 Series Rilis 17 Juli, Desain Mermaid dan Kamera AI Jadi Andalan
Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab Husin Bagis juga mengakui bahwa Indonesia bisa bersaing di bidang teknologi AI. Bahkan bisa memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi digital dunia.
“Momen ini membanggakan bagi Indonesia dan menunjukkan bahwa inovasi teknologi dari Indonesia mampu bersaing ditingkat global,” ungkap Husin.
Sementara itu, CEO Presight Thomas Pramotedham menekankan, ambisi global dari program ini bukan pencapaian biasa. Tetapi mesin pertumbuhan strategisbagi startup-startup visioner.
“Kami percaya peserta angkatan pertama ini adalah perwakilan terbaik dari masa depan AI dan teknologi di berbagai industri,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA