Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 07 JULI 2025 • 15:32 WIB

Bos Ford Peringatkan AI Bisa Gantikan Separuh Pekerja Kantoran

Bos Ford Peringatkan AI Bisa Gantikan Separuh Pekerja KantoranIlustrasi AI. (Freepik)

INDOZONE.ID - CEO Ford Jim Farley memperingatkan dampak besar AI terhadap dunia kerja, khususnya pekerja kantoran. Ia menyebut separuh pekerjaan kerah putih di AS bisa tergantikan AI.

Dalam acara Aspen Ideas Festival pekan lalu, Farley menyuarakan kekhawatirannya. AI bisa menggantikan hingga separuh pekerja kerah putih di Amerika Serikat.

Ia menyebut bahwa sistem pendidikan saat ini terlalu fokus pada jalur kuliah empat tahun, padahal peluang besar justru sedang tumbuh di sektor kerja teknis seperti manufaktur, konstruksi, dan perbaikan.

“Ada banyak cara untuk meraih impian Amerika, tetapi seluruh sistem pendidikan kita difokuskan pada pendidikan perguruan tinggi empat tahun,” kata Farley dikutip dari Fortune, Senin (7/7/2025).

Farley menilai AS terlalu sedikit menggelontorkan dana untuk pelatihan kerja teknis, dan model pelatihan yang ada masih berorientasi masa lalu. Lebih mirip tahun 1950 daripada 2050. Hal ini ikut menyumbang pada rendahnya produktivitas sektor kerja kerah biru.

Padahal, justru sektor inilah yang akan jadi tulang punggung masa depan, termasuk saat industri AI berkembang. Fasilitas AI butuh teknisi dan pekerja lapangan untuk membangun dan merawat infrastruktur mereka.

menurut Farley, AS sedang menghadapi krisis kekurangan tenaga kerja teknis, dengan defisit sekitar 600.000 pekerja pabrik dan hampir 500.000 di sektor konstruksi.

Baca juga: Hati-hati! Chatbot AI Bisa Ngasih Kalian Informasi Kesehatan yang Salah Tapi Meyakinkan

Ancaman dari AI untuk Pekerja Kantoran

Peringatan Farley sejalan dengan kekhawatiran para pemimpin teknologi lainnya.

Bulan lalu, CEO Amazon Andy Jassy mengatakan bahwa tenaga kerja korporat mereka akan menyusut dalam beberapa tahun karena efisiensi AI.

“Kita akan membutuhkan lebih sedikit orang untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang dilakukan saat ini, dan lebih banyak orang untuk mengerjakan jenis pekerjaan lain,” tulis Jassy dalam memo internal.

CEO Anthropic, Dario Amodei, bahkan memperkirakan setengah pekerjaan kantoran entry level akan hilang dalam lima tahun ke depan. Itu artinya pengangguran akan naik ke angka 20%.

Bandingkan dengan data Juni lalu, yang mencatat pengangguran di angka 4,1%.

Baca juga: AI Ditanya Kalau Jadi Manusia, Ternyata Jawab Gak Ingin Menguasai Dunia!

Pekerjaan Terancam Hilang

Tanda-tanda pergeseran sudah mulai terlihat. Menurut Aneesh Raman dari LinkedIn, AI kini mampu mengerjakan banyak tugas pemula. Mulai dari penelusuran bug oleh developer junior, riset hukum, hingga pekerjaan front-end di sektor ritel. 

Kemampuan AI ini berpotensi menghilangkan "batu loncatan" yang dulu jadi awal karier bagi banyak profesional muda.

Di tengah tren ini, Jim Farley justru mendorong publik AS untuk kembali melihat sekolah vokasi dan kerja teknis sebagai alternatif karier yang menjanjikan.

Ia menyebut ada perubahan positif, yakni makin banyak anak muda AS yang kini mempertimbangkan sekolah perdagangan dibanding jalur kuliah konvensional.

"Kita semua merasa bahwa Amerika dapat melakukan lebih baik daripada yang kita lakukan," ujar Farley.

"Kita perlu pola pikir baru, yang mengakui keberhasilan, pentingnya ekonomi penting ini, dan pentingnya bagi semangat dan keberlanjutan kita sebagai sebuah negara," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Fortune

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bos Ford Peringatkan AI Bisa Gantikan Separuh Pekerja Kantoran

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!