Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 30 JUNI 2025 • 19:30 WIB

Studi: Pakai ChatGPT Terus Bisa Nurunin Kemampuan Otak

Studi: Pakai ChatGPT Terus Bisa Nurunin Kemampuan OtakIlustrasi Ketergantungan Memakai AI/Freepik

INDOZONE.ID - Telah dipublikasikan studi terbaru dari universitas ternama di Amerika Serikat yang menunjukkan bahwa penggunaan kecerdasan buatan (AI) secara rutin berpotensi menurunkan kemampuan kognitif pemakainya.

Salah satu studi dilakukan oleh Wharton School, University of Pennsylvania, dengan melibatkan lebih dari 4.500 peserta. Studi ini membandingkan dua kelompok, yakni mereka yang menggunakan chatbot berbasis AI, ChatGPT, untuk mencari informasi, dan mereka yang mengandalkan mesin pencari tradisional, Google Search.

Para peserta tersebut diminta meneliti cara memulai kebun sayur. Hasil studi menunjukkan bahwa kelompok yang menggunakan ChatGPT cenderung memberikan saran tentang cara menanam sayur yang jauh lebih buruk dibanding kelompok yang mencari informasi melalui mesin pencari.

Penelitian tersebut memperoleh kesimpulan bahwa kenyamanan yang ditawarkan AI dalam bentuk informasi yang langsung tersaji justru mengurangi keterlibatan otak dalam proses analisis dan sintesis pencarian informasi, sehingga kedalaman pengetahuan jauh lebih rendah daripada mencari informasi secara manual. Hasil studi ini diibaratkan seperti proses belajar menggunakan AI yang langsung melihat jawaban matematika tanpa mencoba menyelesaikannya sendiri.

Baca juga: Klaim Refund Rp37 Juta Berkat ChatGPT Bikin Geger, Hoax atau Kisah Nyata?

Aktivitas Otak Menurun Saat Menggunakan AI

Studi: Pakai ChatGPT Terus Bisa Nurunin Kemampuan OtakIlustrasi otak yang sudah mengenal AI/Freepik

Temuan serupa juga muncul dalam studi UPeen dengan metodologi artikel dari MIT (Massachusetts Institute of Technology). Studi tersebut menggunakan teknologi EEG untuk mengukur aktivitas saraf dari tiga kelompok mahasiswa. Studi ini menemukan bahwa kelompok yang belajar menggunakan ChatGPT menunjukkan aktivitas kognitif yang jauh lebih rendah dibanding kelompok yang menggunakan Google Search dan yang tidak menggunakan teknologi sama sekali.

Namun, hasil studi UPeen ini menuai banyak pertanyaan. Beberapa kritikus menyebut bahwa penelitian tersebut tidak ditinjau sejawat (peer review) dan memiliki jumlah sampel peserta yang kecil. Di sisi lain, para kritikus berpendapat, pengukuran teknologi EEG yang menunjukkan penurunan aktivitas otak bisa diartikan sebagai penurunan kemampuan berpikir, bukan penurunan kecerdasan.

Baca juga: ChatGPT Masuk Top 5 Situs Terpopuler Dunia, Bukti AI Kini Jadi Andalan Pengguna Internet

Bijak dalam Memakai Teknologi

Meski demikian, kedua studi tersebut memiliki kesimpulan yang sama, yakni ketergantungan berlebihan terhadap AI dalam mengerjakan tugas sekolah dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis dan kreativitas seseorang.

Di tengah maraknya penggunaan AI dalam pendidikan dan pekerjaan, studi ini menjadi pengingat penting bahwa dalam menyelesaikan tugas-tugas, kita tetap butuh usaha dan keterlibatan otak yang aktif, bukan sekadar menerima jawaban begitu saja.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Gizmodo.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Studi: Pakai ChatGPT Terus Bisa Nurunin Kemampuan Otak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!