Jumat, 08 MEI 2026 • 11:30 WIB

Jangan Langsung Percaya Teknisi! Kenali 4 Jenis Freon AC Rumah Agar Tak Kena Tipu

Author

Freon R32 (sagsby.com)

INDOZONE.ID - Saat membeli AC, kebanyakan orang biasanya fokus pada merek, kapasitas PK, atau konsumsi listrik. Padahal ada satu komponen penting yang sering luput diperhatikan, yaitu jenis freon yang digunakan.

Bagi sebagian pengguna, semua freon dianggap sama selama AC masih bisa menghasilkan udara dingin. Kenyataannya tidak begitu.

Jenis freon AC rumah punya pengaruh besar terhadap performa pendinginan, keamanan penggunaan, efisiensi kerja AC, hingga dampaknya terhadap lingkungan.

Bahkan, beberapa jenis freon sudah mulai dihentikan penggunaannya karena dianggap berbahaya bagi lapisan ozon dan berkontribusi terhadap pemanasan global.

Memahami perbedaan freon juga penting agar Anda tidak mudah bingung saat servis AC.

Masih banyak pengguna yang langsung percaya ketika teknisi mengatakan freon habis tanpa mengetahui penyebab sebenarnya.

Dengan memahami dasar-dasarnya, Anda bisa lebih kritis dan tahu apakah penanganan yang dilakukan memang tepat atau tidak.

Jenis Freon AC Rumah yang Paling Umum Digunakan

Freon terdiri dari beberapa kelompok, seperti CFC, HCFC, HFC, dan HC. Masing-masing memiliki karakteristik kimia dan dampak lingkungan yang berbeda.

Baca juga: Berapa Bulan Sekali AC dibersihkan? Jangan Tunggu Rusak Baru Diservis

CFC dikenal sebagai jenis yang paling berbahaya terhadap ozon. HCFC sedikit lebih baik, tetapi masih punya dampak lingkungan.

Sementara HFC dianggap lebih aman karena tidak menggunakan atom klorin yang dapat merusak ozon.

Dari berbagai jenis tersebut, ada empat refrigerant yang paling sering digunakan pada AC rumah, yaitu R22, R32, R410A, dan R290.

Freon R22: Dulu Populer, Sekarang Mulai Ditinggalkan

R22 pernah menjadi standar utama pada AC rumah selama bertahun-tahun. Freon ini termasuk kelompok HCFC dan dikenal stabil serta tidak mudah terbakar.

Kemampuan pendinginan R22 sebenarnya cukup baik. Nilai cooling index-nya mencapai 100 sehingga mampu menghasilkan udara dingin dengan performa yang stabil.

Karena karakteristiknya itu, R22 sempat menjadi pilihan utama pada banyak AC keluaran lama.

Namun belakangan diketahui bahwa R22 memiliki dampak buruk terhadap lingkungan. Nilai ODP atau Ozone Depletion Potential freon ini mencapai 0,05.

Freon R22 (id.made-in-china.com)

Artinya, R22 masih berpotensi merusak lapisan ozon. Selain itu, nilai GWP atau Global Warming Potential-nya mencapai 1.810, angka yang tergolong tinggi.

Karena alasan tersebut, penggunaan R22 mulai dihentikan di banyak negara. Di Indonesia sendiri, pemerintah sudah melarang impor dan penjualan AC baru berbasis R22 sejak 2015.

Meski begitu, AC lama yang menggunakan freon ini masih banyak ditemukan di rumah-rumah karena stok produk lawas masih diperbolehkan dijual sampai habis.

Freon R32: Lebih Dingin dan Lebih Modern

Setelah R22 mulai ditinggalkan, produsen AC banyak beralih menggunakan R32. Jenis freon ini sekarang menjadi salah satu yang paling umum dipakai pada AC rumah modern.

Keunggulan terbesar R32 ada pada performa pendinginannya. Cooling index freon ini mencapai 160, tertinggi dibandingkan jenis refrigerant rumah tangga lain yang umum digunakan saat ini.

Itulah sebabnya AC dengan R32 biasanya terasa lebih cepat dingin. Selain itu, R32 juga lebih ramah lingkungan. Nilai ODP-nya 0 sehingga tidak merusak lapisan ozon.

Nilai GWP-nya juga lebih rendah dibandingkan R22, yaitu sekitar 675. Meski begitu, R32 memiliki tingkat flammability rendah atau sedikit mudah terbakar. Hal ini sering membuat sebagian pengguna khawatir.

Padahal, tingkat risikonya masih tergolong aman untuk penggunaan rumah tangga selama pemasangan dan perawatan dilakukan sesuai standar.

Baca juga: Apakah Freon AC Bisa Habis Tanpa Ada Kebocoran? Cek Faktanya Sebelum Rugi

Freon R410A: Aman untuk Ozon, Tapi Pendinginannya Tidak Setinggi R32

Selain R32, ada juga freon R410A yang cukup banyak digunakan pada AC inverter dan AC low watt.

Sama seperti R32, freon ini memiliki nilai ODP 0 sehingga tidak merusak lapisan ozon. Dari sisi keamanan, R410A juga unggul karena tidak mudah terbakar.

Namun, ada dua hal yang cukup menonjol jika dibandingkan dengan R32. Pertama adalah nilai GWP-nya yang tinggi, mencapai 2.090.

Angka tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan R22 sehingga kontribusinya terhadap pemanasan global masih cukup besar.

Kedua adalah kemampuan pendinginannya. Cooling index R410A berada di angka 92, sedikit di bawah R22 dan jauh tertinggal dibandingkan R32.

Walaupun begitu, R410A tetap digunakan pada banyak produk AC karena stabil dan cocok untuk sistem pendingin tertentu. Freon ini umumnya dikemas dalam tabung berwarna merah muda.

Freon R290: Sangat Ramah Lingkungan, Tapi Perlu Perhatian Khusus

Freon R290 (acenoxkitchenequipment.com)

R290 termasuk refrigerant yang sangat ramah lingkungan. Nilai ODP-nya 0 dan nilai GWP-nya bahkan kurang dari 3. Dibandingkan freon lain, angka ini sangat rendah.

Namun, R290 memiliki karakteristik yang berbeda cukup jauh dibandingkan R22, R32, maupun R410A. Freon ini sangat mudah terbakar sehingga penggunaannya membutuhkan perhatian ekstra.

Selain itu, nilai cooling index R290 hanya sekitar 83. Artinya, kemampuan pendinginannya tidak setinggi R32 maupun R22.

Karena tingkat flammability yang tinggi, penggunaan R290 harus benar-benar memperhatikan kualitas instalasi dan keamanan sistem pendingin.

Dampak Freon terhadap Lingkungan dan Kesehatan

Tidak semua jenis freon memiliki dampak yang sama terhadap lingkungan. Beberapa jenis refrigerant diketahui dapat merusak lapisan ozon jika terlepas ke udara.

Ada juga yang memiliki kontribusi besar terhadap efek rumah kaca dan pemanasan global. Karena itulah, produsen AC mulai beralih menggunakan freon yang lebih ramah lingkungan.

Pemerintah di berbagai negara, termasuk Indonesia, juga mulai menerapkan aturan pembatasan penggunaan refrigerant tertentu.

Baca juga: Jangan Salah Beli! Ini Perbedaan AC Inverter dan Non Inverter yang Bikin Tagihan Listrik Anjlok

Selain berdampak pada lingkungan, kebocoran freon juga bisa memengaruhi kesehatan manusia.

Gas freon yang terhirup dapat memicu gangguan seperti sesak napas, sakit tenggorokan, inflamasi, nyeri perut, detak jantung tidak normal, hingga gangguan penglihatan dan sirkulasi darah.

Inilah alasan mengapa perawatan AC rutin penting dilakukan. Tujuannya bukan hanya menjaga AC tetap dingin, tetapi juga memastikan tidak ada kebocoran pada sistem pendingin.

Memahami Istilah ODP, GWP, dan Cooling Index

Saat membaca spesifikasi freon, Anda biasanya akan menemukan istilah seperti ODP, GWP, dan cooling index. Ketiganya punya arti penting.

ODP adalah ukuran potensi suatu freon dalam merusak lapisan ozon. Semakin kecil nilainya, semakin aman bagi lingkungan. Nilai 0 berarti tidak merusak ozon.

GWP menunjukkan seberapa besar kontribusi refrigerant terhadap pemanasan global. Semakin rendah nilainya, semakin baik.

Sementara cooling index menggambarkan kemampuan freon dalam menghasilkan pendinginan. Semakin tinggi angkanya, semakin baik performa pendinginannya.

Karena itu, banyak AC modern kini lebih memilih menggunakan R32 karena memiliki kombinasi cooling index tinggi dengan dampak lingkungan yang lebih rendah dibandingkan R22 maupun R410A.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Aquaelektronik.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU