Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 26 MARET 2026 • 09:25 WIB

Jangan Salah Beli! Ini Perbedaan AC Inverter dan Non Inverter yang Bikin Tagihan Listrik Anjlok

Jangan Salah Beli! Ini Perbedaan AC Inverter dan Non Inverter yang Bikin Tagihan Listrik Anjlokruangan pakai ac (pexels @Max Vakhtbovych)

INDOZONE.ID - Di tengah cuaca yang semakin panas, memilih pendingin ruangan (AC) bukan lagi masalah merek.

"Apa perbedaan AC inverter dan non inverter, dan mana yang benar-benar menghemat kantong saya?" menjadi pertanyaan paling penting yang muncul di benak setiap calon pembeli.

Banyak orang percaya, AC inverter selalu lebih baik. Padahal, jika ditempatkan dengan salah, AC inverter bisa membuat tagihan listrik kamu lebih mahal daripada AC konvensional.

Artikel ini akan membahas cara keduanya bekerja, efisiensi, dan perbandingan biaya operasional.

Mengenal Teknologi Kompresor: Otak di Balik Perbedaan

Sebelum membahas harga, kita harus memahami "jantung" dari sebuah AC, yaitu kompresor. Di sinilah letak perbedaan fundamental antara kedua teknologi ini.

Cara Kerja AC Inverter (Teknologi Adaptif)

AC inverter adalah jenis pendingin udara yang menggunakan kompresor yang memiliki kecepatan motor yang dapat diubah-ubah.

Baca juga: Cara Pintar Pilih AC Rumah: Rumus Hitung PK yang Tepat agar Dingin Maksimal tapi Listrik Irit

Sebagai analogi dengan pedal gas pada mobil, saat kamu pertama kali menyalakan AC, kompresor akan "tancap gas" dengan kecepatan penuh untuk mencapai suhu yang diinginkan.

Misalnya, dengan memaksimalkan suhu 24 derajat Celcius, dengan cepat.

Ketika suhu mencapai 24 derajat Celcius, kompresor tidak mati. Sebaliknya, ia hanya menurunkan kecepatan seminimal mungkin untuk menjaga suhu tetap stabil.

Tidak ada lonjakan listrik besar yang terjadi di tengah jalan, karena motor tetap bergerak pelan.

Cara Kerja AC Non Inverter (Sistem Start-Stop)

Sebaliknya, AC non-inverter adalah teknologi konvensional dengan sistem on/off. Kompresornya hanya mengenal dua kondisi: 100 persen bekerja atau 100 persen mati total.

Kompresor akan mati total ketika suhu ruangan sudah dingin. Namun, ketika suhu ruangan naik kembali, bahkan hanya 1-2 derajat, kompresor akan menyala kembali dari nol.

Ini adalah proses yang membutuhkan tarikan listrik (watt) yang sangat besar, untuk menyalakan mesin dari kondisi mati.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Midea.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Jangan Salah Beli! Ini Perbedaan AC Inverter dan Non Inverter yang Bikin Tagihan Listrik Anjlok

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!