air conditioner (pixabay @WebTechExperts)
INDOZONE.ID - Cuaca panas yang ekstrem belakangan ini membuat kebutuhan akan pendingin ruangan atau AC (Air Conditioner) semakin meningkat.
Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, AC bukan lagi barang mewah, melainkan kebutuhan pokok untuk menjaga produktivitas dan kualitas tidur di rumah.
Namun, memilih AC tidak bisa dilakukan secara sembarangan hanya berdasarkan merek atau harga yang murah. Memahami tips membeli AC baru sangat penting, agar kamu tidak menyesal di kemudian hari.
Salah pilih kapasitas, bisa membuat ruangan tetap panas. Sementara salah pilih teknologi bisa membuat tagihan listrik membengkak atau bahkan membuat daya listrik rumah tiba-tiba padam (njeglek).
Artikel ini akan merinci panduan teknis yang mudah dipahami bagi konsumen awam.
Langkah pertama dan paling krusial adalah, menentukan kapasitas pendinginan. Di Indonesia, kapasitas ini dikenal dengan satuan PK (Paardekracht).
Jika PK terlalu kecil, AC akan bekerja ekstra keras namun ruangan tidak kunjung dingin. Sebaliknya, PK yang terlalu besar adalah pemborosan energi dan biaya.
Baca juga: Cara Kirim THR Digital Pakai QRIS, Praktis Tanpa Ribet dan Auto Kekinian!
Untuk menentukan PK yang tepat, kita menggunakan satuan BTU (British Thermal Unit). Sebagai standar praktis di iklim tropis seperti Indonesia, setiap 1 meter persegi (m²) ruangan membutuhkan sekitar 500 BTU/h.
Rumus Sederhana: (Panjang x Lebar Ruangan) x 500 = Total BTU yang Dibutuhkan
Berikut adalah, panduan konversi BTU ke PK untuk memudahkan kamu:
Catatan: Jika tinggi plafon lebih dari 3 meter atau ruangan menghadap matahari langsung, sebaiknya naikkan kapasitas satu tingkat di atasnya.
Setelah tahu berapa PK yang dibutuhkan, kamu akan dihadapkan pada tiga pilihan teknologi mesin. Mana yang paling cocok untuk kamu?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Acwahana.com