Jumat, 24 APRIL 2026 • 18:45 WIB

Daftar Kode Rahasia Meteran Listrik PLN, Bisa Cek Voltase hingga Kebocoran Arus

Author

meteran listrik (flip.id)

INDOZONE.ID - banyak pengguna listrik prabayar menggunakan meteran listrik hanya untuk memasukkan token.

Padahal ada beberapa hal lain yang bisa dilakukan menggunakan kode-kode yang biasa disebut "kode rahasia" yang bisa diakses langsung dengan keypad meteran listrik.

Kode-kode tersebut memungkinkan pengguna melihat kondisi listrik secara lebih detail, bahkan mengatur beberapa parameter penting.

Dengan memahami kode-kode ini, meteran listrik berubah dari sekadar alat pencatat menjadi alat monitoring sederhana yang bisa membantu mengontrol konsumsi energi sehari-hari.

Memahami Fungsi di Balik Keypad Meteran

Setiap meteran listrik prabayar sebenarnya memiliki sistem perintah internal. Perintah ini dijalankan melalui kombinasi angka yang diakhiri dengan tombol Enter atau Accept, tergantung mereknya.

Fungsinya cukup luas. Mulai dari menampilkan tegangan listrik, arus yang sedang digunakan, total konsumsi kWh, hingga riwayat pengisian token.

Bahkan, beberapa meteran memungkinkan pengguna mengatur batas alarm dan jeda bunyi peringatan.

Namun, satu hal penting: setiap merek memiliki kode yang berbeda. Jadi, memahami jenis meteran di rumah adalah langkah pertama sebelum mencoba fitur-fitur ini.

Baca juga: Perang Data Center AI: Antara Ambisi Teknologi dan Dampak ke Tagihan Listrik Warga

Kode Meteran ITRON: Paling Lengkap dan Fleksibel

Meteran merek ITRON termasuk yang paling banyak digunakan, sekaligus paling kaya fitur. Untuk kebutuhan dasar, pengguna bisa langsung mengecek kondisi listrik secara real-time.

Misalnya, kode 41 Enter akan menampilkan tegangan listrik, sementara 44 Enter menunjukkan arus yang sedang digunakan. Jika ingin melihat daya yang dipakai saat itu, bisa menggunakan 47 Enter atau 09 Enter.

Selain itu, tersedia juga akses ke data historis. Dengan 03 Enter, pengguna bisa mengetahui total kWh yang sudah terpakai sejak awal.

Sementara 59 Enter menampilkan jumlah kWh dari pengisian terakhir, dan 54 Enter menunjukkan token terakhir yang dimasukkan.

Menariknya, ITRON juga memberi kontrol pada sistem alarm. Kode 79 Enter digunakan untuk melihat batas minimal alarm, sedangkan 456xx Enter bisa mengubahnya. Misalnya, memasukkan 45610 berarti alarm akan berbunyi saat sisa listrik mencapai 10 kWh.

Untuk pengaturan jeda bunyi alarm, tersedia 78 Enter dan 123xx Enter. Ini memungkinkan pengguna mengatur seberapa sering alarm berbunyi. Fitur kecil yang sering terasa besar manfaatnya dalam penggunaan harian.

meteran listrik (99.co)

Kode HEXING: Praktis dengan Tombol Accept

Berbeda dari ITRON, meteran HEXING menggunakan tombol “Accept” sebagai eksekusi perintah.

Fungsi dasarnya tetap sama. Dengan 807 Accept, pengguna bisa melihat voltase listrik, sementara 808 Accept menampilkan arus. Untuk daya yang sedang digunakan, tersedia kode 814 Accept.

HEXING juga menyediakan informasi penting lain seperti sisa kWh (801 Accept), total pemakaian (851 Accept), serta riwayat token terakhir (852 Accept).

Salah satu fitur menarik adalah kemampuan menonaktifkan alarm batas kWh melalui 812 Accept. Ini berguna jika pengguna merasa alarm terlalu sering berbunyi.

Selain itu, data seperti tanggal pengisian terakhir (815 Accept) dan jumlah pengisian terakhir (817 Accept) juga bisa diakses dengan mudah.

Kode CONLOG: Sederhana dengan Format Simbol

Meteran CONLOG tampil lebih sederhana, baik dari sisi desain maupun kode.

Alih-alih angka panjang, meteran ini menggunakan format simbol. Misalnya, #1# untuk melihat rata-rata daya yang digunakan, dan #2# untuk mengetahui pemakaian kWh terakhir.

Untuk riwayat pengisian, pengguna bisa menggunakan #6#, sedangkan #11# menampilkan token terakhir.

Meski tidak selengkap merek lain, fungsi yang tersedia cukup untuk kebutuhan monitoring dasar.

Baca juga: Benarkah Listrik Token Lebih Irit dari Meteran? Mana yang Sebenarnya Bikin Dompet Aman?

Kode GLOMET: Fokus pada Informasi Inti

GLOMET memiliki pola kode yang mirip dengan ITRON, tetapi dengan fitur yang lebih ringkas.

Pengguna bisa mengecek sisa kWh melalui 37 Enter, total pemakaian lewat 38 Enter, dan voltase listrik menggunakan 41 Enter. Untuk daya yang sedang digunakan, tersedia kode 47 Enter.

Riwayat token dan pengisian juga tetap tersedia, masing-masing melalui 54 Enter dan 59 Enter. Sementara itu, 79 Enter digunakan untuk melihat batas minimal alarm.

Dengan kombinasi ini, pengguna tetap bisa memantau kondisi listrik tanpa harus masuk ke pengaturan yang terlalu kompleks.

Kode STAR: Pengaturan Dasar yang Efektif

Meteran STAR lebih fokus pada fungsi dasar dan pengaturan penting.

Kode 07 Enter digunakan untuk melihat sisa kWh, sedangkan 12 Enter menampilkan batas minimal alarm. Untuk mengecek jeda alarm, pengguna bisa menggunakan 37 Enter.

meteran listrik (listrikindonesia.com)

Selain itu, tersedia juga akses ke ID meter (65 Enter) dan jumlah pengisian terakhir (76 Enter). Meski terlihat sederhana, fitur-fitur ini sudah cukup untuk kebutuhan pemantauan sehari-hari.

Smart Meter (SMI): Kombinasi Monitoring dan Kontrol

Smart Meter atau SMI menawarkan kombinasi fitur monitoring dan pengaturan yang cukup lengkap.

Untuk melihat kondisi listrik secara langsung, pengguna bisa menggunakan kode seperti 41 Enter (voltase), 44 Enter (arus), dan 47 Enter atau 09 Enter (daya).

Sisa listrik dapat dicek melalui 37 Enter, sementara total pemakaian tersedia di 03 Enter.

Yang menarik, SMI memberikan kontrol penuh terhadap alarm. Selain mengatur batas minimal dengan 456xx Enter dan jeda dengan 123xx Enter, pengguna juga bisa mematikan suara alarm sepenuhnya menggunakan 123000 Enter.

Fitur ini membuat pengalaman penggunaan jadi lebih fleksibel, terutama bagi yang ingin menyesuaikan notifikasi sesuai kebutuhan.

Sanxing: Detail Teknis Lebih Mendalam

Sanxing termasuk meteran yang memberikan data lebih teknis dibandingkan yang lain.

Baca juga: Cara Mematikan Bunyi Token Listrik dengan Mudah, Sesuai Merek Meteran

Selain informasi umum seperti voltase (41 Enter), arus (44 Enter), dan daya (47 Enter), meteran ini juga menyediakan data seperti faktor daya (39 Enter) dan daya semu (40 Enter).

Untuk monitoring konsumsi, tersedia 38 Enter (total pemakaian) dan 37 Enter (sisa kWh). Riwayat pengisian bisa diakses melalui 59 Enter, sementara token terakhir melalui 54 Enter.

Pengaturan alarm juga tetap tersedia dengan kode 79 Enter dan 123xx Enter untuk mengatur jeda bunyi.

Dengan data yang lebih detail, pengguna bisa mendapatkan gambaran kondisi listrik yang lebih menyeluruh.

Kenapa Kode Ini Penting untuk Pengguna?

Mengetahui kode-kode ini bukan sekadar soal “trik”. Ada manfaat nyata yang bisa dirasakan dalam penggunaan sehari-hari.

Pertama, pengguna bisa memantau kondisi listrik tanpa alat tambahan. Tegangan, arus, dan daya bisa dilihat langsung dari meteran.

Kedua, pola konsumsi listrik jadi lebih mudah dipahami. Dengan melihat riwayat pemakaian dan pengisian, pengguna bisa mengidentifikasi kebiasaan yang boros energi.

Ketiga, pengaturan alarm membantu menghindari listrik tiba-tiba mati karena kehabisan token. Pengguna bisa menentukan sendiri kapan peringatan harus muncul.

Dan terakhir, kode ini bisa menjadi alat deteksi awal jika terjadi kejanggalan, seperti lonjakan konsumsi yang tidak biasa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wilsoncables.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU