Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 17 APRIL 2026 • 13:10 WIB

Benarkah Listrik Token Lebih Irit dari Meteran? Mana yang Sebenarnya Bikin Dompet Aman?

Benarkah Listrik Token Lebih Irit dari Meteran? Mana yang Sebenarnya Bikin Dompet Aman?meteran listrik (istock @SPmemory)

INDOZONE.ID - Salah satu perdebatan tentang listrik, yaitu tentang mana yang lebih hemat antara memakai token (prabayar) atau meteran (pascabayar).

Banyak yang mengklaim, beralih ke token membuat pengeluaran bulanan mereka berkurang drastis.

Di sisi lain, ada kelompok yang tetap setia pada meteran pascabayar, karena merasa biayanya lebih stabil dan tidak merepotkan.

Namun, benarkah ada perbedaan harga yang signifikan di antara keduanya? Atau jangan-jangan, konsep "hemat" yang selama ini dipahami hanyalah sebuah bias psikologis?

Membongkar Mitos: Apakah Benar Tarif Listrik Berbeda?

Mitos yang paling sering muncul dan masih awet hingga sekarang adalah biaya per kWh, yang dipatok lebih mahal pada pengguna token.

Padahal faktanya, berdasarkan regulasi yang berlaku, Tarif Dasar Listrik (TDL) per kWh untuk sistem prabayar maupun pascabayar adalah sama.

Jika kamu berada di golongan daya R-1/900 VA-RTM atau R-1/1300 VA, tarif dasar yang dikenakan tetap merujuk pada ketetapan pemerintah yang sama.

Perbedaan yang sering dirasakan masyarakat sebenarnya bukan berasal dari harga per unit energinya, melainkan dari komponen biaya tambahan seperti Pajak Penerangan Jalan (PPJ).

Baca juga: Perang Data Center AI: Antara Ambisi Teknologi dan Dampak ke Tagihan Listrik Warga

Biaya ini yang besarnya bervariasi tergantung daerah masing-masing, serta biaya administrasi bank saat melakukan pembelian token.

Pada sistem pascabayar, kamu membayar apa yang telah digunakan selama sebulan penuh. Pada sistem prabayar, kamu membeli "stok" energi di awal.

Secara matematis, jika sebuah rumah tangga menggunakan tepat 100 kWh dalam sebulan, nominal yang dikeluarkan untuk biaya energi murni akan tetap sama di kedua sistem tersebut.

Perbedaan angka di struk biasanya hanyalah masalah pembulatan dan waktu transaksi.

Psikologi Kontrol: Mengapa Token Terasa Lebih Hemat?

Jika tarifnya sama, mengapa survei mandiri di kalangan anak kos sering menunjukkan bahwa mereka merasa lebih irit saat menggunakan token?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Listrik1.id, Mdscoop.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Benarkah Listrik Token Lebih Irit dari Meteran? Mana yang Sebenarnya Bikin Dompet Aman?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!