Selasa, 03 FEBRUARI 2026 • 22:03 WIB

Cara Cek IMEI Kemenperin Terbaru: Panduan Aman Beli HP Bekas agar Sinyal Tak Blokir

Author

layanan cek imei kemenperin (imei.kemenperin.go.id)

INDOZONE.ID - Legalitas perangkat seluler menjadi perhatian utama bagi pembeli hp bekas di Indonesia saat ini.

Membeli ponsel second memang menggiurkan karena harganya yang lebih miring, tapi ada risiko besar yang mengintai, seperti blokir sinyal.

Banyak perangkat terlihat normal secara fisik, tetapi ternyata bermasalah pada jaringan karena masuk secara ilegal.

Oleh karena itu, melakukan cek IMEI Kemenperin adalah langkah awal yang mutlak dan tidak boleh diabaikan demi keamanan investasi Anda.

Sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia telah menerapkan sistem whitelist IMEI untuk melindungi konsumen dan industri dalam negeri.

Sistem ini memastikan hanya perangkat resmi yang dapat mengakses jaringan seluler dari operator nasional seperti Telkomsel, XL, Indosat, dan lainnya.

Tanpa pendaftaran yang sah, hp Anda hanyalah "tablet" yang tidak bisa digunakan untuk menelepon atau menggunakan data seluler.

Baca juga: Cara Ubah Font di HP Android dan iPhone dengan Mudah

Apa Itu IMEI dan Mengapa Sangat Penting?

IMEI atau International Mobile Equipment Identity adalah identitas unik yang dimiliki setiap perangkat seluler di seluruh dunia. Nomor ini terdiri dari 15 digit angka yang tidak akan pernah sama antara satu perangkat dengan perangkat lainnya. Ibarat NIK pada KTP manusia, IMEI adalah bukti identitas sah sebuah ponsel.

Bagi pembeli HP bekas, cek IMEI Kemenperin sangat krusial karena beberapa alasan:

  • Memastikan Legalitas: Mengetahui apakah hp tersebut masuk melalui jalur resmi (distributor lokal) atau jalur gelap (Black Market).
  • Keamanan Jaringan: Menghindari risiko pemblokiran sinyal oleh pemerintah yang membuat hp tidak bisa menggunakan kartu SIM Indonesia.
  • Identifikasi Kehilangan: IMEI yang terdaftar membantu pihak berwajib mengidentifikasi perangkat jika suatu saat terjadi pencurian atau kehilangan.
  • Layanan Purna Jual: hp dengan IMEI resmi biasanya mendapatkan akses ke service center resmi dan pembaruan sistem operasi yang lebih terjamin.
  • Panduan Lengkap Cara Cek IMEI Kemenperin
    Berdasarkan sumber resmi, ada tiga metode utama yang paling akurat untuk melakukan pengecekan.

Pastikan Anda melakukan langkah-langkah ini di depan penjual sebelum menyerahkan uang pembayaran.

layanan cek imei bea cukai (beacukai.go.id)

1. Cek Melalui Situs Resmi Kemenperin dan Bea Cukai

Metode ini adalah cara paling valid untuk memastikan status legalitas perangkat. Pemerintah menyediakan dua pintu utama untuk pengecekan database.

Langkah-langkahnya:

  • Cari nomor IMEI HP dengan menekan kode *#06# pada aplikasi panggilan. Catat 15 digit angka yang muncul.
  • Kunjungi situs resmi imei.kemenperin.go.id untuk hp yang dibeli dari toko resmi di Indonesia.
  • Jika HP tersebut dibawa dari luar negeri (hand-carry), akses situs beacukai.go.id/cek-imei.html.
  • Masukkan nomor IMEI ke kolom yang tersedia.
  • Masukkan kode verifikasi (captcha) yang diminta oleh sistem, lalu klik "Kirim" atau "Simpan".

Interpretasi Hasil:

  • IMEI terdaftar di database Kemenperin: Selamat! hp Anda resmi dan aman dari pemblokiran.
  • IMEI tidak terdaftar: Anda harus waspada. Ini menandakan perangkat tersebut masuk secara ilegal atau pajaknya belum dibayarkan.

Baca juga: Cara Membuat Channel Telegram di HP & Laptop (Panduan Lengkap 2026)

2. Menggunakan Kode Dial USSD (Tanpa Internet)

Metode kedua untuk mengetahui nomor IMEI adalah dengan kode dial. Cara ini sangat cepat dan tidak memerlukan koneksi internet, cocok dilakukan sebagai pengecekan awal saat bertemu penjual di lokasi (COD).

  • Buka aplikasi "Phone" atau "Panggilan".
  • Ketik kode *#06#.
  • Secara otomatis, layar akan menampilkan nomor IMEI (jika HP memiliki dua slot kartu, akan muncul IMEI 1 dan IMEI 2).
  • Ambil tangkapan layar (screenshot) atau catat nomor tersebut untuk kemudian dimasukkan ke situs Kemenperin.

Penting untuk diingat bahwa kode USSD hanya menampilkan nomor identitas perangkat, bukan status legalitasnya. Konfirmasi status tetap harus dilakukan melalui situs daring pemerintah.

layanan cek imei (imei.info)

3. Cek Melalui Menu Pengaturan (Settings)

Jika Anda kesulitan menggunakan kode dial, Anda bisa melihat nomor identitas ini langsung di sistem perangkat. Hampir semua merk smartphone, baik Android maupun iPhone, menyediakan informasi ini di bagian terdalam pengaturan.

Langkah-langkah pada Android:

  • Buka menu Settings (Pengaturan).
  • Gulir ke bawah dan pilih About Phone (Tentang Telepon).
  • Pilih Status atau Details and Specifications.
  • Cari bagian IMEI information.

Langkah-langkah pada iPhone (iOS):

  • Buka Settings.
  • Pilih General (Umum).
  • Klik About (Mengenai).
  • Gulir ke bawah hingga menemukan kolom IMEI.

Tips Tambahan: Cocokkan IMEI dengan Dus Hp

Baca juga: 7+ DNS Tercepat dan Paling Aman 2026: Internet Ngebut Tanpa Loading!

Selain mengecek secara digital, pembeli hp bekas wajib melakukan pengecekan fisik. Cocokkan nomor IMEI yang muncul di layar hp dengan nomor yang tertera pada stiker di bagian belakang kardus (box) hp.

Jika nomor di sistem berbeda dengan yang ada di kardus, ada kemungkinan besar HP tersebut sudah pernah dibongkar, diganti mesinnya, atau kardusnya adalah barang tiruan (recond) yang sengaja dibuat untuk menipu pembeli.

Penjual yang jujur pasti tidak akan keberatan jika Anda mencocokkan data-data ini secara detail.

Mengapa Hp Ilegal Tetap Berbahaya Meskipun Sekarang Ada Sinyal?

Seringkali penjual HP bekas berdalih, "Ini hp BM tapi sinyal aman, sudah dipakai setahun." Jangan langsung percaya. Pemerintah melakukan pemblokiran secara berkala atau "cleansing".

Perangkat yang hari ini bisa menangkap sinyal bisa saja tiba-tiba terblokir bulan depan jika database mendeteksi adanya ketidaksesuaian.

Selain itu, perangkat ilegal sulit mendapatkan dukungan teknis.

Jika terjadi kerusakan komponen, service center resmi seringkali menolak memperbaiki perangkat yang IMEI-nya tidak terdaftar di database nasional. Ini tentu akan merugikan Anda di kemudian hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Glints.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU