Selasa, 23 SEPTEMBER 2025 • 13:05 WIB

Panduan Buat Bikin Prompt AI Art: Kenalan Sama 11 Gaya Seni AI, Dari Realistis Sampai Fantasi Liar

Author

Ilustrasi Artificial Intelligence. (FREEPIK/rawpixel)

INDOZONE.ID - Dunia AI art sekarang makin rame. Dulu orang cuma bisa bengong lihat hasil DeepDream Google tahun 2015 yang bikin gambar penuh mata di mana-mana

Sekarang AI udah bisa bikin gambar yang super mirip foto, kayak lukisan maestro, sampai gaya-gaya eksperimental yang bikin pusing tapi keren.

Yang bikin asik, hasil karya AI itu nggak cuma ditentukan sama prompt. Ada satu hal lagi yang jadi “rahasia bumbu dapur” penting: style alias gaya seni. 

Baca juga: Bedanya Incognito Mode dan VPN Buat Privasi Online

Ibaratnya gini, Kamu pesan kopi hitam sama barista. Secara basic, ya cuma kopi. Tapi kalau disajikan pakai latte art, atau ditambah karamel, atau diseduh ala Vietnam drip, rasanya langsung beda. 

Begitu juga dengan gaya seni AI—prompt yang sama bisa berubah total kalau Kamu mainin style-nya.

Nah, biar makin kebayang, yuk kita bahas gaya seni AI yang populer satu per satu.

Baca juga: Cara Upload Foto dan Video HD ke WhatsApp Status Biar Tetap Jernih

1. Photorealistic (Realism)

Ini gaya favorit banyak orang karena hasilnya super mirip foto asli. Kulit manusia bisa keliatan detail sampai pori-pori, bayangan jatuhnya natural, cahaya kayak hasil kamera mahal. Makanya sering dipakai buat:

  • Mockup produk biar keliatan nyata.
  • Desain arsitektur (rumah idaman bisa divisualisasikan kayak udah jadi).
  • Bikin “photoshoot imajiner”—misalnya bikin tokoh anime jadi manusia beneran.

Kelemahannya? Kadang hasilnya terlalu “sempurna” jadi malah uncanny. Tapi tetap, ini gaya paling “aman” kalau pengen hasil realistik.

Baca juga: 12 Cara Bikin Windows Lebih Ngebut Tanpa Ribet

2. Cinematic

Bayangin film favoritmu: ada frame dengan cahaya kuning hangat ala film indie, atau tone biru gelap ala thriller. 

Nah, cinematic style persis kayak gitu. AI bakal bikin gambar yang keliatan kayak potongan film. 

Biasanya dipakai buat moodboard film, storyboard, atau sekadar upload “movie scene” palsu di medsos biar orang mikir: “ini film apa ya?”

3. Anime

Gaya ini nggak perlu dijelasin panjang, soalnya hype banget. Dari yang chibi lucu sampai vibe Studio Ghibli yang dreamy. 

Banyak banget orang pakai style anime buat bikin avatar, poster fan art, bahkan ada tren selfie jadi karakter Ghibli yang viral. 

Bedanya dengan cartoon barat, anime biasanya lebih detail di ekspresi dan warna lembut.

Baca juga: Dari Biasa Jadi Keren: Rekomendasi Aplikasi Kamera & Editing Foto HP

4. Sci-Fi & Cyberpunk

Kalau Kamu suka vibe futuristik, gaya ini cocok banget. Bayangin jalanan Tokyo basah hujan, lampu neon pink-biru, orang pakai techwear, plus robot nyempil di pojok jalan. 

Itu khas cyberpunk. Cocok buat cover album synthwave, konsep game, atau poster keren ala Blade Runner.

5. Digital Painting & Concept Art

Ini gaya yang sering dipakai artis beneran. Hasilnya mirip painting digital dengan brush stroke kelihatan. 

Cocok buat desain karakter, dunia fantasi, atau ilustrasi cover buku. Banyak studio game pakai gaya ini untuk ngebayangin konsep dunia baru sebelum masuk tahap 3D.

Baca juga: 5 Manfaat Mode 'Komunitas WhatsApp' yang Jarang Diketahui Pengguna

6. Fantasy

Kalau Kamu penggemar The Lord of the Rings, Skyrim, atau Dungeons & Dragons, gaya ini surganya. 

Bayangin naga terbang di langit oranye, kastil megah di tebing, atau penyihir dengan tongkat bercahaya. Biasanya penuh cahaya dramatis dan detail epik. Cocok buat poster novel fantasi atau board game.

7. Western Cartoon & Comic

Selain anime, gaya kartun barat juga banyak dipakai. Bentuknya lebih simpel, warna bold, dan vibe-nya lebih fun. Bisa ala Disney-Pixar, Marvel-DC, atau komik strip klasik. 

Cocok buat bikin meme, avatar lucu, atau storyboard. Bedanya sama anime, kartun barat biasanya lebih “karikatural” dan ekspresif.

Baca juga: 5 Tips Menghapus Kontak WhatsApp yang Selalu Muncul Lagi, Gampang!

8. CGI & 3D Rendered

Kalau suka hasil kayak mainan figurine atau render 3D dari software Blender, gaya ini pas. 

AI bakal bikin objek dengan cahaya realistis, tekstur plastik/metal, dan bentuk yang kayak bisa disentuh. Biasanya dipakai buat:

  • Desain produk (kayak gadget baru).
  • Karakter 3D lucu.
  • Interior rumah minimalis.

9. Pixel Art & Retro Game

Nostalgia banget! Gaya ini bikin hasil kayak game 8-bit Nintendo atau 16-bit Sega. Simple, kotak-kotak, tapi vibes nostalgia kerasa. 

Banyak dipakai buat avatar, poster retro, atau sekadar bikin “game palsu” biar aesthetic.

Baca juga: Cara Mudah Edit Foto Bergaya Cool di Dalam Lift dengan Gemini AI

10. Traditional & Classical Art

Mau bikin selfie ala lukisan Rembrandt? Bisa. Mau poster gaya Art Deco 1920-an? Bisa juga. 

Gaya tradisional ini memungkinkan AI meniru lukisan minyak Renaissance, watercolor, atau Impressionism. Cocok buat bikin karya dengan nuansa vintage atau edukasi seni.

11. Surreal, Abstract & Experimental

Nah ini paling liar. Gaya surreal bikin dunia mimpi yang nggak masuk akal—awan jadi ikan, pohon bercahaya, atau wajah bercampur dengan benda. 

Abstract lebih fokus ke bentuk dan warna, sementara experimental bisa glitch art, VHS vibes, atau psychedelic penuh warna neon. Cocok buat cover album EDM, poster konser, atau sekadar mind-blowing art.

Baca juga: Cara Mudah Bikin Foto Polaroid Gemini AI yang Lagi Viral di Medsos

Jadi, Penting Nggak Milih Style?

Jawabannya: penting banget. Style itu penentu rasa. Prompt “kucing duduk di kursi” bisa jadi foto realistis, gambar ala Disney, lukisan minyak klasik, atau pixel art tergantung style yang Kamu pilih.

Makanya, eksperimen itu kunci. Coba satu prompt di berbagai style. Lihat perbedaan lighting, tone warna, sampai feel keseluruhan. 

Dari situ, Kamu bakal nemu style favorit yang sesuai kebutuhan—entah buat branding, desain kerjaan, atau cuma have fun di medsos.

Intinya, AI art bukan cuma soal ngetik prompt, tapi juga soal nyari gaya biar hasilnya lebih hidup dan sesuai ekspektasi. 

Kalau hasilmu masih terasa flat, mungkin bukan AI-nya yang salah—tapi style yang belum Kamu explore. Jadi jangan takut main-main. Karena di dunia AI art, imajinasi itu satu-satunya batas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Leonardo.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU