INDOZONE.ID - Memasang kamera pengawas menjadi salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan keamanan rumah.
Namun, saat mulai mencari produk yang sesuai, banyak orang justru dibuat bingung oleh berbagai istilah seperti CCTV analog, IP Camera, DVR, NVR, hingga kamera nirkabel.
Belum lagi pilihan bentuk kamera dan fitur-fitur modern yang terus berkembang. Padahal, memilih kamera pengawas tidak harus rumit.
Kuncinya adalah memahami cara kerja masing-masing sistem, kelebihan dan kekurangannya, lalu menyesuaikannya dengan kebutuhan serta anggaran yang dimiliki.
Dengan begitu, Anda tidak hanya membeli kamera, tetapi juga mendapatkan sistem keamanan yang benar-benar efektif.
Perbedaan paling mendasar terletak pada teknologi yang digunakan untuk mengirim dan mengolah rekaman video.
Baca juga: Intip Spesifikasi Smart Lock dan CCTV Canggih, Punya Face Recognition hingga Kamera 4G
CCTV analog merupakan sistem pengawasan tradisional yang menggunakan kamera dan kabel koaksial.
Video yang direkam akan dikirim ke DVR (Digital Video Recorder), kemudian diubah menjadi data digital agar dapat disimpan sebagai rekaman.
Sistem ini cocok bagi pengguna yang membutuhkan pengawasan sederhana tanpa mengeluarkan biaya terlalu besar. Harga perangkat beserta DVR umumnya lebih terjangkau dibandingkan sistem digital.
Meski begitu, CCTV analog memiliki beberapa keterbatasan. Resolusi videonya tidak setinggi IP Camera, proses instalasi membutuhkan lebih banyak kabel, dan fitur-fitur pintarnya masih terbatas.
Berbeda dengan CCTV analog, IP Camera (Internet Protocol Camera) bekerja sebagai kamera digital yang memiliki kemampuan memproses video secara mandiri.
Rekaman kemudian dikirim melalui jaringan internet atau LAN dan dikelola menggunakan NVR (Network Video Recorder).
Karena menggunakan teknologi digital, IP Camera menawarkan kualitas gambar yang jauh lebih baik. Resolusinya bahkan dapat mencapai 4K sehingga detail wajah maupun objek menjadi lebih jelas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Biotahome.com