ukur suhu pakai termometer (pixabay @Alexis)
INDOZONE.ID - Apakah kalian pernah merasakan keadaan dimana suhu di layar ponsel terasa sangat berbeda dengan yang Anda alami di kehidupan nyata?
Pernahkah kalian bertanya-tanya mengapa hal itu bisa terjadi dan bagaimana penyelesaiannya?
Di balik tampilan antarmuka widget yang sederhana itu, sebenarnya sedang terjadi dialektika data yang melibatkan satelit di atas bumi, analisis atmosfer yang rumit, hingga pemrosesan koordinat secara real-time.
Salah satu komponen paling krusial namun sering terlupakan dalam menyajikan data cuaca yang presisi adalah Location Services atau yang lebih kita kenal sebagai Global Positioning System (GPS).
Secara teknis, sinyal GPS dikirimkan dari konstelasi satelit menuju perangkat ponsel Anda di permukaan bumi. Namun, perjalanan sinyal ini tidaklah mulus.
Sinyal harus menembus lapisan troposfer, wilayah atmosfer yang paling dekat dengan bumi dan menjadi tempat berkumpulnya uap air.
Di sinilah fenomena ilmiah yang menarik terjadi: uap air menyebabkan hambatan kecil yang membuat sinyal mengalami keterlambatan sepersekian detik.
Dalam dunia navigasi murni, keterlambatan ini awalnya dianggap sebagai gangguan atau "error" yang harus dieliminasi.
Baca juga: Cara Kalibrasi Baterai Laptop Lengkap, Biar Nggak Tiba-tiba Mati!
Namun bagi para ahli meteorologi, gangguan ini adalah tambang emas data. Fenomena ini dikenal dengan istilah zenith total delay.
Logikanya cukup sederhana: semakin tinggi konsentrasi uap air di atmosfer, semakin lambat sinyal GPS mencapai perangkat Anda.
Dengan menghitung tingkat keterlambatan tersebut secara presisi, sistem dapat mengkalkulasi jumlah uap air di udara secara vertikal.
Mengingat uap air adalah bahan bakar utama bagi pembentukan awan dan hujan, data dari GPS ini memberikan gambaran kelembapan yang jauh lebih detail dibandingkan stasiun cuaca konvensional yang jaraknya mungkin berjauhan.
Penggunaan GPS untuk meteorologi bukanlah wacana baru, namun implementasinya terus disempurnakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Rmit.edu.au