Ilustrasi Penipuan Online. (FREEPIK)
INDOZONE.ID - Perkembangan teknologi digital bukan cuma bikin hidup makin praktis, tapi juga dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menjalankan aksi yang semakin canggih. Penipuan online sekarang tampil lebih “rapi”, lebih meyakinkan, dan sering kali sulit dibedakan dari yang asli.
Mulai dari chat, media sosial, sampai website tiruan semuanya bisa jadi jebakan. Kalau nggak waspada, kamu bisa jadi korban berikutnya. Nah, biar nggak kena, kenali dulu 9 modus yang lagi marak berikut ini:
Modus ini bertujuan mencuri data penting seperti password, PIN, hingga OTP. Pelaku biasanya menyamar sebagai bank atau platform terkenal, lalu mengarahkan korban ke website palsu yang tampilannya mirip banget dengan aslinya.
Mirip phishing, tapi lewat pesan singkat. Biasanya berisi kalimat panik seperti akun diblokir atau transaksi mencurigakan. Banyak orang langsung klik link tanpa cek dulu dan di situlah jebakannya.
Baca juga: Waspada! Ini 5 Jenis Penipuan Online yang Sering Mengincar Pengguna Smartphone
Iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa risiko jadi senjata utama. Ditambah testimoni palsu dan tampilan profesional, bikin banyak orang percaya, lalu kehilangan uang.
Di sini pelaku nggak langsung menyerang, tapi “mendekati” dulu. Bisa pura-pura jadi teman, kenalan lama, bahkan pihak bank. Setelah korban percaya, barulah mereka mulai meminta data atau uang.
Ilustrasi toko online (Unsplash/@campaign_creators)
Diskon gila-gilaan sering jadi umpan. Tapi setelah bayar, barang nggak pernah dikirim atau kualitasnya jauh dari ekspektasi. Review dan foto produk biasanya juga hasil curian.
Pelaku menargetkan pencari kerja dengan janji gaji besar. Namun di awal, korban diminta membayar biaya administrasi, training, atau deposit. Padahal itu cuma modus.
Baca juga: Bukan Hacker, Tapi Manipulator: Modus Baru Penipuan Online
Pelaku pura-pura mengirim uang ke rekeningmu, lalu meminta dikembalikan ke rekening lain. Padahal dana itu sering berasal dari aktivitas ilegal. Kalau kamu ikut transfer, bisa ikut terseret masalah hukum.
Kamu tiba-tiba “menang hadiah”? Hati-hati. Biasanya kamu akan diminta membayar pajak atau biaya tertentu. Faktanya, hadiah itu nggak pernah ada.
Penipu mengaku dari bank, polisi, atau lembaga resmi. Mereka menggunakan nada tegas dan mendesak agar kamu segera memberikan data pribadi tanpa berpikir panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Banksaqu.co.id